- Semen Padang FC berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Persiraja Banda Aceh pada laga perdana Pegadaian Championship, namun hasil tersebut justru menuai reaksi kekecewaan dari pendukung di media sosial.
- Para suporter melayangkan kritik tajam terhadap skema permainan tim yang dinilai minim variasi taktik, terlalu bertumpu pada umpan silang dan bola panjang, serta menyoroti performa pemain asing yang belum optimal.
- Hasil laga pembuka ini memicu desakan evaluasi total kepada jajaran pelatih agar kualitas permainan Kabau Sirah dapat ditingkatkan secara meyakinkan pada pertandingan-pertandingan berikutnya.
PADANG, NISATIME.ID — Kemenangan tipis 1-0 atas Persiraja Banda Aceh dalam laga pembuka Pegadaian Championship seharusnya menjadi momen pesta bagi Semen Padang FC. Namun, situasi di media sosial justru berkata lain. Begitu peluit panjang berbunyi, akun Instagram resmi klub @semenpadangfc.id langsung mengunggah foto selebrasi dengan caption: “Kemenangan di pertandingan perdana.”
Tak butuh waktu lama, unggahan tersebut mendadak diserbu netizen. Alih-alih dipenuhi pujian, kolom komentar justru dibanjiri nyaris 1.000 tanggapan yang didominasi nada kritik tajam, kekecewaan, hingga nada satire dari para pendukung Kabau Sirah.
Meskipun mengamankan tiga poin penuh, performa tim bertabur bintang ini dinilai jauh dari kata memuaskan. Salah satu komentar yang paling menyedot perhatian datang dari akun
@ilhamfajar24_. Menggunakan bahasa Minang, ia menumpahkan rasa gemasnya terhadap skema permainan tim.
“Harus mulai dari ma awak nio mangecek yo. Manang sih, selamat yo. Tapi kalau main mode ko taruih, jan harok naiak ka liga 1 lai, apo lagi juara. Sampai bilo crossing FC taruih ko? Ntahlah beko di kritik ado se nan mangecek ‘acak uda se pelatih lai’,” tulisnya.

Ungkapan tersebut mewakili keresahan banyak suporter yang menilai tim terlalu mengandalkan umpan silang tanpa arah yang jelas. Kekecewaan ini diamini oleh pengguna lain, @fadlimh_15, yang menyoroti kedalaman skuad namun minim variasi taktik.
“Mambana coach, upgrade gaya main lain coach, pemain rancak, taktik tak ado, long ball kapanjangan se. Tapi Alhamdulillah, Allah bantu kito manang malam ko. Tarimokasih team,”balusnya.
Tak hanya lini taktik, performa individu pemain asing juga tidak luput dari sorotan tajam.
Akun @randyfirmando89 secara gamblang menyebut, “Lazar dan Batista beban team, statistik tak pernah bohong.”
Di sisi lain, nada peringatan untuk laga-laga berikutnya disampaikan oleh @ilvia_ndri. Menurutnya, keberuntungan di laga ini tidak akan bertahan lama jika permainan tidak segera dibenahi.
“Mantap Bau, tapi untuak game selanjutnyo ndak bisa main mode ko doh Bau, di kandang tim lawan bisuak Bau.”
Kritik satire juga dilontarkan oleh akun @sandykvrnia yang menyoroti penampilan jajaran pelatih di pinggir lapangan.
“Jan gaya se nan mantap pakai jas sagalo macam, permainan mantap lo lah.”
Rangkaian reaksi di media sosial ini menjadi sinyal kuat dari para pendukung bahwa tiga poin saja tidak cukup. Di balik kemenangan di laga pembuka, tuntutan evaluasi total bergema kencang agar Semen Padang FC mampu tampil lebih meyakinkan pada laga-laga selanjutnya. (sal)



Tinggalkan Balasan