Rangkuman Utama
  • Satu unit mobil menabrak warung pecel lele di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, hingga menyebabkan kerusakan fasilitas warung pada Minggu (18/10/2026) malam.
  • Rekaman video kejadian tersebut beredar luas di media sosial dan memicu spekulasi terkait adanya dugaan korban yang terjebak di bawah kendaraan.
  • Pihak kepolisian masih mengumpulkan data serta menyelidiki kronologi, identitas sopir, dan kepastian ada atau tidaknya korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Sebuah unit kendaraan roda empat dilaporkan menabrak sebuah warung pecel lele di wilayah Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Minggu (18/10/2026) malam. Insiden ini menarik perhatian masyarakat setelah rekaman videonya beredar luas di media sosial Instagram.

Berdasarkan penelusuran, video amatir tersebut diunggah oleh akun Instagram @erick_juier. Dalam rekaman berdurasi singkat itu, situasi di sekitar lokasi kejadian tampak diguyur hujan saat sejumlah warga berkerumun mendekati kendaraan yang menabrak bangunan warung.

Akibat benturan tersebut, bagian depan warung mengalami kerusakan dengan sejumlah peralatan seperti kursi dan meja tampak berserakan di lokasi.

Dalam rekaman video yang sama, terdengar suara warga yang menggunakan bahasa Minangkabau mengindikasikan adanya seseorang di kolong kendaraan.

“Ado urang di bawah tu tadi, ado urang di bawah tu tadi,” ujar salah seorang warga dalam rekaman tersebut.

Pernyataan tersebut sempat memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai kemungkinan adanya korban yang terjebak di bawah kendaraan. Kendati demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang dapat mengonfirmasi kebenaran informasi maupun kondisi pasti terkait dugaan adanya korban jiwa atau luka-luka.

Hingga saat ini, kronologi pasti kejadian serta identitas pengemudi kendaraan masih dalam proses penghimpunan data oleh pihak berwenang. Belum ada pernyataan resmi dari kepolisian maupun instansi terkait mengenai penyebab insiden maupun jumlah kerugian materil yang dialami pemilik warung.

Masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak langsung mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya, khususnya narasi yang bersumber secara eksklusif dari rekaman media sosial sebelum ada keterangan resmi dari aparat penegak hukum atau pihak berwenang.

Redaksi akan terus memantau perkembangan penanganan insiden ini dan segera memperbarui informasi setelah mendapatkan keterangan resmi dari pihak terkait. (**)