AROSUKA, NUSATIME.ID — Tim SAR Gabungan kembali memperluas radius pencarian korban banjir bandang (galodo) yang menerjang Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Memasuki hari lanjutan operasi, Rabu (23/9/2026), petugas membagi personel ke dalam tiga sektor utama dengan total area penyisiran mencapai 8 kilometer.

Langkah ini diambil guna menemukan satu orang warga yang hingga kini masih dilaporkan hilang pascabencana yang merusak pemukiman dan infrastruktur daerah tersebut.

Kepala Operasi SAR mengungkapkan, pencarian intensif hari ini difokuskan pada titik-titik yang disinyalir menjadi lokasi tertimbunnya korban.

Penyisiran difokuskan pada endapan lumpur pekat di sekitar aliran air. Penanganan ekstra dilakukan di lokasi ini lantaran tumpukan material kayu dan galodo masih menutup akses dan rongga gorong-gorong.

Penyisiran merupakan tindak lanjut dari laporan serta informasi dari warga setempat.

Operasi penyisiran melibatkan ratusan personel gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, serta relawan. Untuk memaksimalkan upaya evakuasi di titik-titik sulit, Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan alat berat guna mengeruk material tebal, dibantu peralatan pemotong elektrik untuk menembus puing-puing kayu.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi tambahan untuk segera melapor ke Posko Pengaduan terdekat.

Menanggapi besarnya dampak bencana, Pemerintah Kabupaten Solok menetapkan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari ke depan.

Bupati Solok, Jon Pandu, menyatakan bahwa skala kerusakan fasilitas umum dan pemukiman warga tergolong masif. Pihaknya kini berfokus pada penanganan darurat, pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, serta pembukaan akses jalan yang lumpuh akibat galodo.

“Banyak fasilitas publik dan infrastruktur warga yang rusak berat. Saat ini fokus utama kita adalah keselamatan warga, pencarian satu korban yang hilang, serta pemulihan awal sarana vital,” ujar Jon Pandu saat meninjau lokasi bencana.

Hingga berita ini diturunkan, Tim SAR Gabungan masih terus berpacu dengan waktu dan cuaca di lapangan untuk menuntaskan misi pencarian. (**)