- Pemerintah Kota Bukittinggi memberangkatkan 50 tokoh adat dan masyarakat ke Banda Aceh serta Jambi untuk memperkuat kelembagaan adat dan pelestarian budaya lokal.
- Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias menegaskan kegiatan ini bertujuan mempelajari penerapan adat di daerah tujuan demi memperkuat nilai kearifan lokal di tingkat nagari.
- Keberangkatan rombongan dibagi menjadi dua tahap, yaitu menuju Banda Aceh pada 16 Oktober 2026 dan ke Jambi pada 21 Oktober 2026, dengan didampingi tim kesehatan.
NUSATIME.ID – Pemerintah Kota Bukittinggi, Sumatera Barat, memberangkatkan 50 tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk melakukan kunjungan ke Banda Aceh dan Jambi. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan sekaligus memperkuat kelembagaan adat dan pelestarian budaya di Kota Bukittinggi.
Pelepasan rombongan dilakukan langsung oleh Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, di Balairung Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (16/10/2026).
Ramlan mengatakan, kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi para tokoh adat dan masyarakat untuk mempelajari secara langsung penerapan adat dan budaya di daerah tujuan.
Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama kunjungan diharapkan dapat menjadi referensi dalam memperkuat kehidupan adat dan budaya di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan nagari di Kota Bukittinggi.
“Sekaligus mempelajari hal-hal yang dapat diterapkan di lingkungan masyarakat dan nagari di Kota Bukittinggi,” kata Ramlan.

Ia berharap, melalui kegiatan tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan dan pengalaman baru dalam menjaga serta melestarikan adat dan budaya. Hasil pembelajaran itu nantinya diharapkan dapat dikembangkan menjadi kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ramlan juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi muda. Menurutnya, penguatan kelembagaan adat merupakan bagian penting dalam mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
“Saya juga mengingatkan seluruh rombongan agar senantiasa menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan,” ujarnya.
Sebanyak 50 tokoh masyarakat tersebut diberangkatkan dalam dua kelompok. Rombongan pertama bertolak menuju Banda Aceh pada Jumat, 16 Oktober 2026, sedangkan kelompok kedua dijadwalkan berangkat ke Jambi pada Rabu, 21 Oktober 2026.
Untuk mendukung kelancaran perjalanan, rombongan turut didampingi dua tim kesehatan yang bertugas membantu menjaga kondisi kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kota Bukittinggi berharap kunjungan ini tidak sekadar menjadi ajang pertukaran pengalaman, tetapi juga menghasilkan gagasan dan langkah nyata untuk memperkuat kelembagaan adat, melestarikan budaya, serta menjaga keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal di tengah masyarakat.



Tinggalkan Balasan