PADANG, NUSATIME. ID— Guna memastikan kelancaran distribusi serta menjaga stabilitas ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat, PT Pertamina Patra Niaga Wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengambil langkah cepat dan konkret. Penanganan ini difokuskan pada peningkatan pasokan, pengetatan pengawasan transaksi, serta kolaborasi lintas instansi di Kota Padang.

Berdasarkan data operasional terbaru, Pertamina Patra Niaga resmi menambah pasokan Biosolar (Solar) sebesar 18 persen, sehingga volume penyaluran harian di Kota Padang kini mencapai 403.000 liter per hari. Langkah penambahan kuota harian ini diharapkan mampu memenuhi kebutuhan mobilitas logistik dan transportasi darat yang terus meningkat di wilayah ibu kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Tidak hanya bertumpu pada penambahan volume pasokan, Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga menggandeng pemangku kepentingan daerah untuk menghadirkan solusi jangka panjang di lapangan. Beberapa poin utama penanganan distribusi BBM di Kota Padang meliputi, bersinergi secara aktif bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang, serta Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat guna menertibkan jalur distribusi dan mengurai titik-titik kepadatan di stasiun pengisian bahan bakar (SPBU).

Memperketat pengawasan terhadap pembelian BBM bersubsidi agar tepat sasaran. Tindakan tegas berupa pemblokiran nomor polisi (nopol) kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran transaksi berulang atau tidak sesuai ketentuan telah diberlakukan.

Pertamina menegaskan bahwa kualitas bahan bakar khusus penugasan (JBKP) jenis Pertalite di Kota Padang terjamin mutunya. Produk tersebut telah melalui uji laboratorium independen yang ketat dan resmi lolos pengujian di Laboratorium Lemigas Jakarta.

Bagi masyarakat atau konsumen yang memiliki pertanyaan, kendala, maupun ingin menyampaikan laporan terkait pelayanan distribusi BBM di wilayah Kota Padang dan sekitarnya, Pertamina menyediakan saluran komunikasi resmi yang dapat diakses 24 jam.

Masyarakat diimbau untuk segera memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center di nomor 135 untuk menyampaikan informasi atau pengaduan secara langsung agar dapat ditindaklanjuti oleh petugas berwenang. (**)