Rangkuman Utama
  • Kebakaran hebat yang diduga dipicu ledakan dari ruko penyimpanan BBM melanda kawasan pertokoan di Jalan Jawa Gadut, Pauh, Kota Padang, pada Senin (12/10/2026) pagi.
  • Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 10 unit armada untuk melokalisasi kobaran api yang melahap tujuh bangunan hingga berhasil dipadamkan pada pukul 08.40 WIB.
  • Peristiwa ini mengakibatkan satu warga menderita luka bakar, 22 jiwa terpaksa mengungsi, serta kerugian materiel ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

NUSATIME.ID – Siang bolong yang memanas dipicu insiden membara di kawasan pertokoan Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Senin (12/10/2026) pagi.

Amukan si jago merah meratakan sedikitnya tujuh bangunan—meliputi tiga unit rumah toko (ruko), dua toko, serta dua rumah petak berstruktur kayu.

Kepala Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Sutopo, mengonfirmasi musibah tersebut. Pihaknya menerima laporan darurat dari masyarakat sekitar pukul 07.35 WIB.

“Laporan masuk pukul 07.35 WIB. Unit berangkat pukul 07.37 WIB dan sampai di lokasi pukul 07.49 WIB,” kata Sutopo.

Berdasarkan keterangan awal, titik api pertama kali disadari oleh seorang saksi yang tengah berada di teras toko konter ponsel. Perhatian saksi teralih seketika setelah mendengar dentuman keras dari bangunan ruko di sebelahnya.

“Ruko yang terbakar digunakan sebagai tempat penyimpanan bahan bakar minyak (BBM),” ujarnya.

Merespons dentuman tersebut, saksi segera menghubungi petugas Damkar Kota Padang. Sebanyak 10 unit armada pemadam langsung diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan kobaran api sekaligus mengisolasi area agar kebakaran tidak meluas ke pemukiman sekitar.

Kerja keras personil di lapangan membuahkan hasil. Kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.40 WIB.

Dampak kerusakan akibat insiden ini cukup masif. Selain merusak tujuh bangunan utama, kobaran api menghanguskan dua gerobak kontainer minuman, serta merusak tujuh unit sepeda motor dan dua unit bentor (becak motor) yang terparkir di sekitar lokasi.

Sutopo menambahkan bahwa musibah ini memaksa puluhan warga kehilangan tempat tinggal sementara, di samping jatuhnya korban luka.

“Ada sekitar 22 orang dari lima kepala keluarga pemilik ruko dan rumah mengungsi. Dan satu orang alami luka bakar,” katanya.

Kerugian materiel akibat kebakaran ini ditaksir mencapai Rp3 miliar. Meski demikian, tim Damkar berhasil menyelamatkan potensi kerugian aset lain yang nilainya diperkirakan mencapai Rp500 juta.