- Semen Padang FC harus puas bermain imbang 1-1 kontra PSMS Medan dalam lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, usai menyamakan kedudukan secara dramatis di masa tambahan waktu.
- Hasil pertandingan tersebut memicu gelombang kekecewaan pendukung Kabau Sirah yang langsung membanjiri akun Instagram resmi klub dengan ribuan kritik dan sindiran pedas.
- Sorotan tajam suporter tertuju pada evaluasi kinerja manajemen, inkonsistensi taktik serta pemilihan posisi pemain oleh pelatih, hingga minimnya kontribusi para pemain asing.
BEKASI, NUSATIME.ID — Kepuasan pendukung Semen Padang FC kembali diuji. Bermain dalam lanjutan Pegadaian Championship di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, tim berjuluk Kabau Sirah tersebut harus puas berbagi angka 1-1 saat berhadapan dengan PSMS Medan, Sabtu (17/10/2026).
Meski terhindar dari kekalahan berkat gol dramatis yang tercipta di waktu tambahan, hasil ini jauh dari kata memuaskan bagi para pendukungnya. Sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, akun Instagram resmi klub (@semenpadangfc.id) mengunggah grafis FULL TIME. Dalam hitungan jam, unggahan tersebut langsung diserbu ribuan komentar kritis, sindiran pedas, hingga analisis taktis mendalam dari netizen.
Unggahan resmi klub tak ubahnya menjadi panggung bagi suporter untuk menumpahkan frustrasi atas tren performa tim yang dinilai belum konsisten. Kekecewaan mendalam diungkapkan akun @jjeeppiinn, lewat seloroh khas Minang yang menyindir efektivitas anggaran tim: “Pitih Abih Samba Dak Lamak”.
Sementara akun@choganfoodstation_realofficial mempertanyakan kesiapan mental dan kualitas permainan tim jika berambisi bersaing di level teratas: “Serius model iko ka main di liga 1 pak? Kanai randang buliah nyoo, kalau mode iko main maa ancak wak cari kegiatan lain duluu dih dari pado sakik hati nonton“.
Gaya kepemimpinan dan manajemen tak luput dari sasaran gempuran suporter. Akun @gan_cip melontarkan komentar menohok, “Ayo… mau pecat siapa lagi pak bos? Pecat diri sendiri dong!!!”. Nada skeptis terkait masa depan tim juga disuarakan akun @hudapoetra yang menuliskan prediksi bernada satire. “Yang akan disalahkan di akhir musim, 1. Manajemen lama, 2. Mafia bola”.

Tidak sekadar emosional, sebagian pendukung juga memberikan ulasan taktis secara detail mengenai skema permainan yang diterapkan tim pelatih.
Akun @bule_ramah mengkritik keras eksperimen taktik dan penempatan posisi pemain di lapangan. “Sesuai prediksi, kalah atau ndak imbang. Dalam penentuan starting posisi pemain se jaleh alun pakem.. Trus Savio Babali yang punyo kualitas shoot dari depan kotak penalti, bapaso jadi jangkar, ndk tamakan deknyo doh saat dapek serangan balik.. yang harusnyo ndk starting bajadian starting”,tulisnya.
Isu kontribusi legiun asing turut menjadi sorotan hangat. Akun @palu_petir secara terbuka menyarankan agar pelatih lebih memprioritaskan pemain lokal yang dinilai memiliki motivasi bertanding lebih tinggi. “Pemain asing banyak bana… ndak ado ngaruah nyo ka tim doh.. ancak pak pelatih mainan pemain lokal sadonyo,” tegasnya. (**)



Tinggalkan Balasan