Rangkuman Utama
  • Unggahan motivasi di akun resmi Semen Padang FC pascakekalahan dari Persika Depok menuai gelombang kritik dan luapan kekecewaan dari para pendukung.
  • Reaksi suporter menyoroti kerinduan akan kemenangan, evaluasi pergantian pelatih dan tata kelola manajemen, hingga perdebatan mengenai wacana pemindahan markas tim.
  • Para pendukung mendesak manajemen Kabau Sirah untuk segera berbenah secara profesional dan melakukan evaluasi demi mengembalikan performa tim di sisa kompetisi.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID— Unggahan bernada motivasi yang dibagikan akun resmi Semen Padang FC seusai kekalahan dari Persikad Depok pada Minggu (11/10/2026) langsung memantik reaksi keras dari para pendukung setianya. Keriuhan di kolom komentar mencerminkan kombinasi kekecewaan, kerinduan mendalam akan kemenangan, hingga perdebatan hangat mengenai arah masa depan tim berjuluk Kabau Sirah tersebut.

Klub sebelumnya mengunggah pernyataan tegas berbunyi, “We won’t back down and will never stop fighting for Kabau Sirah,” disertai foto pelatih. Namun, alih-alih meredakan ketegangan, postingan tersebut justru menjadi ruang bagi suporter untuk meluapkan berbagai aspirasi dan kritik tajam.

Gelombang komentar datang dari berbagai sudut pandang suporter. Pemilik akun ⁠@harispputra⁠ menuliskan dukungan moral, “Comeback stronger,” yang langsung disambut senada oleh ⁠@buekbanggaranahminang⁠ dengan ungkapan hati nurani suporter, “Kami rindu menang.”

Di sisi lain, nada humor bercampur kritik satir turut mewarnai lini masa. Akun ⁠@yoga.andreata⁠ melontarkan komentar bernuansa Minang, “Baa raso badan ma-post-nyo min?” (Bagaimana rasanya badan mengunggah ini, min?), yang langsung ditimpali ⁠@zalfadliprhntoni⁠, “Bukan salah pelatih kan.”

Perbincangan semakin melebar ketika akun ⁠@sumbarinfoid⁠ memberikan komentar bernada candaan namun kritis, “Coba ganti stadion-nya, mana tahu stadion-nya yang kurang hoki.”

Saran tersebut langsung disambar oleh warganet lain, termasuk akun ⁠@sptryg_23⁠ yang mengusulkan, “Ancak pindah ka Pakanbaru lai, bia urang perantau indak gratis taruih doh”(Lebih baik pindah ke Pekanbaru saja, biar perantau tidak gratis terus).

Isu pemindahan kandang ini kian memanas setelah akun ⁠@bgboy_19⁠ menyebutkan adanya rumor tawaran dari Wali Kota Pekanbaru, yang kemudian ditanggapi perdebatan soal gengsi manajemen dan rivalitas historis dengan PSPS Riau oleh akun ⁠@muhammadsyukriz⁠.

Tidak sedikit pula suporter yang menyoroti aspek manajerial dan teknis tim. Akun ⁠@90menitdilapangan⁠ secara terbuka mengkritik pola pikir yang kerap menyalahkan pelatih setiap kali tim meraih hasil buruk. “Basi, pemikiran Andre yang harus diganti. Kalah dikit ganti pelatih,” tulisnya, yang disusul komentar jenaka dari ⁠@mhdzen09⁠, “Apak ambo tu suruah jadi pelatih lai” (Suruh bapak saya saja jadi pelatih).

Sementara itu, suara pendukung yang meminta agar manajemen dikelola secara objektif juga mencuat. Pemilik akun ⁠@nthngmhk⁠ menyatakan dukungannya terhadap langkah manajemen di balik layar, namun mengingatkan agar semua pihak menjaga kondusivitas klub.

“Awak mendukung bana apa Andre Rosiade membangun Semen Padang FC, untuk dikelola secara profesional dan balik ke Liga 1. Tolong jangan banyak bana komentar yang merugikan klub dan suporter… Presiden bekerja di balik layar, tapi hasilnya tampak,” tulisnya.

Senada dengan hal tersebut, akun ⁠@fir.mansyahaldi⁠ menegaskan pentingnya fokus tim di sisa kompetisi. “Pokoknya harus tampil paling muka,” ujarnya.

Kendati dihujani kritik dan kekecewaan atas hasil minor kontra Persika Depok, mayoritas pencinta Kabau Sirah sepakat bahwa perjalanan musim ini masih panjang. Desakan agar tim segera berbenah dan bangkit menjadi benang merah dari seluruh suara suporter yang tetap setia mengawal kejayaan kebanggaan Urang Awak tersebut.

Bagaimana langkah taktis dan evaluasi yang sebaiknya diambil manajemen Semen Padang FC untuk mengembalikan mental bertanding skuad Kabau Sirah di laga berikutnya?. (**)