AGAM, NUSATIME.ID – Akses transportasi yang menghubungkan kawasan Padang Koto Gadang kembali berangsur pulih meski masih terbatas.

Setelah sempat lumpuh total akibat tertimbun material tanah, jalur di kawasan Labuah Sampik tersebut kini dapat ditembus oleh kendaraan roda dua maupun roda empat pada Sabtu (3/10/2026).

Perkembangan terkini, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur menyampaikan sekarang sedang dilaksanakan pembersihan material longsor yang menutupi jalan Propinsi ruas Padang Koto Gadang – Matur, tepatnya di Labuah Sampik Jorong Ngungun Nagari Salareh Aia Kecamatan Palembayan dengan menggunakan alat berat.

“Seiring upaya pengerukan yang terus berjalan di ruas jalan Padang Koto Gadang – Matur, hingga laporan ini diturunkan, jalur tersebut bisa dilewati oleh kendaraan,” tulisnya lewat laporan.

Sebelumnya, lalu lintas di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, sempat terhenti total menyusul musibah tanah longsor yang menghantam jalur utama wilayah tersebut.

Intensitas tingginya curah hujan yang mengguyur lokasi sejak sore kemarin hingga Jumat (2/10/2026) malam menjadi pemicu utama terjadinya bencana.

Laporan setempat mencatat titik longsor terparah berada di Jorong Ngungun (Labuah Sampik), Nagari Salareh Aia.

Ambrolnya material tanah di lokasi tersebut membuat jaringan konektivitas jalan penghubung tingkat provinsi terputus secara menyeluruh.

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, peristiwa tersebut terdeteksi sekitar pukul 21.00 WIB.

Hujan deras tanpa henti yang berlangsung sepanjang sore mengakibatkan tebing di tepi jalan kehilangan kestabilan hingga akhirnya runtuh.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, membenarkan skala kerusakan akibat peristiwa alam ini cukup masif sehingga memutus prasarana jalan antarwilayah di Palembayan.

“Untuk kondisi saat ini, untuk ruas jalan provinsi dari Padang Koto Gadang menuju Koto Alam Palembayan sebagian badan jalan ambruk dengan longsor sepanjang lebih kurang 50 meter dan tinggi sekitar 8 meter,” sebutnya kemarin.

Dampak dari runtuhnya struktur jalan tersebut langsung melumpuhkan arus kendaraan di jalur strategis publik tersebut, baik bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kendati area yang terdampak longsor cukup panjang hingga mengikis badan jalan sepanjang 50 meter, BPBD Agam memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

“Untuk korban jiwa nihil,” ungkap Gafur.

Meski tidak menelan korban jiwa, dampak kerusakan infrastruktur dan fasilitas umum di lokasi cukup signifikan.

Tumbangnya material tanah turut merobohkan tiang penyangga jaringan listrik di pinggir lintasan.

“Untuk kerugian materiil terdapat två tiang listrik roboh. Untuk listrik sebagian mati total,” sambungnya. (*)