PADANG, NUSATIME.ID — Anggaran bernilai puluhan miliar rupiah yang dialokasikan untuk Kontingen Kota Padang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendadak disorot. Pasalnya, hingga satu hari menjelang seremonial penutupan perhelatan olahraga bergengsi tingkat Sumatra Barat tersebut, persoalan kelengkapan dan kostum atlet dikabarkan tak kunjung tuntas disalurkan.
Isu sentral ini mencuat ke publik seusai wartawan senior sekaligus sosok pemerhati olahraga asal Kota Padang, Dt. Dasman Boy, menyuarakan keprihatinannya di media sosial. Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya yang menggunakan bahasa Minang, ia mempertanyakan ke mana muara anggaran besar tersebut ketika atlet di lapangan justru belum menerima fasilitas yang memadai.
“Pitih puluhan miliar, ampiang lo penutupan Porprov lai, katanya kontingen kota ko baru dapek jaket se nyeh...?” tulis Dasman Boy dalam unggahannya.
Ia menilai, atribut resmi kontingen seperti jaket, pakaian latihan (training), kaos, topi, tas, hingga aksesori pendukung seharusnya sudah diserahkan secara lengkap dan dipakai atlet sejak seremoni pembukaan. Namun kenyataannya, hingga menjelang pesta penutupan, kepastian kelengkapan atribut bagi Kontingen Kota Bingkuang tersebut dinilai masih menjadi keluhan.
Unggahan tersebut langsung memantik berbagai tanggapan dari netizen dan pelaku olahraga daerah. Akun @noa rang kuranji menyindir kelambanan penyaluran perlengkapan tersebut dengan komentar, “Alun juo lapeh uweh-uweh lai tuak? Agiah taruih bara talok.”

Skeptisisme senada diutarakan akun @Jamaldi Jamaldi, “Untuak apo jaket lai tuak, lah ka salasai alek.” Dasman Boy lantas merespons balik komentar tersebut dengan menegaskan bahwa pengesahan anggaran sebenarnya sudah rampung sejak beberapa bulan lalu. “Masalah e ja, ketuk palu ko sajak 17 Juli dulu lai lambek bana,” tegasnya.
Sementara itu, saat akun @Herman Zain Ajo Kopan mengimbau agar bersabar (“Saba tuak”), Dasman Boy kembali menekankan pentingnya hak dan kelayakan atribut atlet. Menurutnya, tidak sepatutnya atlet berlaga tanpa perlengkapan resmi dari daerahnya hingga perhelatan hampir usai.
Kondisi tersebut sejalan dengan informasi dari internal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Padang. Seorang sumber yang enggan dipublikasikan namanya membenarkan bahwa penyediaan peralatan dan atribut kontingen memang mengalami keterlambatan. Bahkan pada saat acara pembukaan Porprov lalu, sejumlah atlet terpaksa menggunakan kostum Porprov edisi 2023 karena seragam edisi terbaru belum dibagikan secara menyeluruh.
“Soal peralatan kontingen sampai saat ini memang belum ada kejelasan penuh,” ungkap sumber tersebut.
Menanggapi persoalan ini, Wakil Ketua Umum (Waketum) IV KONI Kota Padang, Syahril Bais, saat dikonfirmasi memberikan klarifikasinya. Ia menegaskan bahwa pihak KONI telah menjalankan proses penyaluran dan tidak tinggal diam. Menurutnya, sebagian dari kelengkapan atribut atlet tersebut sudah disalurkan ke masing-masing cabang olahraga (cabor).
“Perlengkapan sebagian sudah kita distribusikan ke cabor-cabor,” ujar Syahril Bais saat memberikan konfirmasi terkait perkembangan penyaluran fasilitas atlet tersebut.
Pihak redaksi tetap membuka ruang informasi lanjutan guna memastikan seluruh hak atlet dan official Kontingen Kota Padang dapat terpenuhi secara transparan hingga berakhirnya seluruh rangkaian Porprov. (**)



Tinggalkan Balasan