PADANG, NUSATIME.ID — Unggahan resmi akun Instagram Semen Padang FC (@semenpadangfc.id) yang menampilkan momen first day at the office Stefano “Teco” Cugurra langsung memantik perhatian publik. Kehadiran mantan pelatih Bali United tersebut sebagai pengganti Nil Maizar di kursi pelatih kepala menyulut antusiasme sekaligus diskusi hangat di kalangan pendukung setia Kabau Sirah.

Respons para pendukung memenuhi kolom komentar sesaat setelah foto Teco diunggah. Akun @zan_hidayat menyampaikan harapannya, “Semoga memberikan hal positif bagi tim kita coach,” sementara akun @kaba.kabausirah menyuarakan optimisme singkat, “Bangkit.”

Namun, dinamika interaksi memanas ketika akun @sidudunk1899 menuliskan komentar, “Semoga dapat wewenang penuh ya coach.”

Pernyataan tersebut memicu tanggapan langsung dari Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, melalui akun pribadinya @andre_rosiade. Andre menampik anggapan adanya intervensi manajemen terhadap jajaran pelatih pada masa sebelumnya.

“Jangan kebanyakan nonton drama Korea. Emangnya pelatih lama tidak dapat kewenangan penuh. Anda ingin cerita lengkapnya, silakan datang ke tempat latihan, tanya ke Suhatman Imam biar netral. Apa ada kami atur taktik. Mual dan muak, cara drama korea pencitraan,” tulis Andre menanggapi persepsi publik terkait kebebasan taktis pelatih.

Diskusi publik di media sosial tersebut berlanjut ketika netizen menyentuh aspek tata kelola dan posisi manajerial klub. Pemilik akun @ridhoismailt memberikan masukan terkait peran kepemimpinan di lapangan. “Seorang presiden harus duduk di tribun bukan duduk di bangku pemain,” tulisnya.

Andre kembali memberikan pertimbangan perbandingan dengan tata kelola di beberapa klub Liga 1 lainnya. “Presiden Borneo, Persik juga duduk di bench,” jawabnya merespons masukan tersebut.

Selain isu teknis kepelatihan, masalah finansial klub turut menjadi sorotan pendukung. Membalas anggapan akun @westiann11 yang menyinggung keterbatasan anggaran manajemen, Andre membeberkan gambaran kondisi keuangan dan beban historis yang ditanggung manajemen saat ini.

“Per akhir September sudah hampir Rp30 M pengeluaran tim. Pitih sayuik (uang habis) tu bukan pitih manajemen baru, tapi kondisi tim waktu serah terima ke kami manajemen baru. Tim iko ba hutang (ini berutang) hampir Rp20 M,” tegas Andre menjelaskan transparansi finansial operasional tim.

Di tengah riuk penyampaian aspirasi dan dinamika antara manajemen serta suporter di media sosial, harapan besar tetap tertuju pada performa lapangan. Pendukung Kabau Sirah berharap penunjukan Teco sebagai juru taktik anyar mampu membawa stabilitas dan mengembalikan Semen Padang FC ke jalur prestasi di kompetisi sepak bola nasional. (**)