Rangkuman Utama
  • Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol mengerahkan 890 personel gabungan dalam program Karya Bakti Skala Besar selama 60 hari guna mengentaskan keterisolasian daerah dan krisis air bersih di pelosok Sumatera Barat.
  • Fokus sasaran fisik meliputi pembangunan 22 jembatan penghubung, pengeboran 102 titik sumur bor, renovasi 24 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), serta rehabilitasi sejumlah fasilitas ibadah dan sekolah.
  • Kegiatan bakti ini turut diimbangi dengan pelayanan kesehatan gratis dan penyaluran bantuan sosial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan taraf hidup masyarakat setempat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Ratusan warga di wilayah pelosok Sumatera Barat kini mulai lepas dari keterisolasian dan krisis air bersih. Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol menerjunkan 890 personel gabungan untuk menggarap program Karya Bakti Skala Besar selama 60 hari berturut-turut, memfokuskan pengerjaan pada pembukaan akses fisik dan penyediaan fasilitas dasar masyarakat.

Komandan Korem (Danrem) 032/Wira Braja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, menegaskan bahwa pengerjaan di lapangan diutamakan pada sasaran fisik yang berdampak langsung terhadap konektivitas antarwilayah serta kebutuhan vital warga.

“Prioritas pengerjaan berfokus pada pembukaan akses daerah terisolasi dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran prajurit di lapangan bertujuan untuk mempercepat pemerataan pembangunan dan membantu mengatasi kesulitan warga,” ujar Brigjen TNI Aji Mimbarno.

Dalam aksi fisik di lapangan, prajurit dari 10 Kodim di bawah jajaran Korem 032/Wira Braja serta satuan TP 951 dan TP 897 bahu-membahu bersama warga dan pemerintah daerah setempat. Target utama pengerjaan fisik mencakup pembangunan 22 jembatan yang menghubungkan daerah-daerah terisolasi, serta pembuatan 102 titik sumur bor untuk mengatasi krisis air bersih.

Selain konektivitas dan air bersih, program ini menyasar pembenahan fasilitas sosial. Sebanyak 24 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dipugar agar layak ditempati, mendampingi rehabilitasi 6 bangunan masjid dan 4 gedung sekolah yang membutuhkan perbaikan mendesak.

Tak hanya fokus pada infrastruktur fisik, aksi di lapangan diimbangi dengan pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat. Di sejumlah titik, digelar pengobatan massal, operasi katarak gratis, khitanan massal, hingga penyerahan bantuan kursi roda dan pembagian paket sembako bagi warga yang membutuhkan.

Melalui pendekatan kerja bakti langsung di permukiman warga, kehadiran ratusan personel gabungan ini diharapkan mampu mempercepat roda perekonomian desa, memperlancar mobilitas antarwilayah, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah Sumatera Barat. (**)