NUSATIME.ID, PADANG — Sekolah Sepak Bola (SSB) Imam Bonjol Padang menyatakan kesiapannya untuk kembali bersaing dalam gelaran Liga TopSkor (LTS) Zona Sumatera Barat edisi 2026/2027 yang akan ditabuh pada November mendatang. Meski peta persaingan diprediksi kian ketat, SSB legendaris ini membidik target mengulang prestasi edisi sebelumnya untuk lolos ke putaran nasional.

Dalam kompetisi musim ini, SSB Imam Bonjol mengambil langkah strategis dengan menurunkan dua tim di setiap kelompok umur (KU), mulai dari KU-10, KU-12, KU-14, hingga KU-16.

Manajemen SSB Imam Bonjol, Joni Edwar menegaskan bahwa kebijakan menurunkan dua tim per kelompok umur bertujuan memberi kesempatan tampil yang merata bagi seluruh anak asuhnya. Menurutnya, esensi utama keikutsertaan klub berada pada proses pembinaan dan pengayaan pengalaman tanding.

“Tujuan utama kami sebenarnya bukan semata-mata mencari juara. Kalau ada kesempatan tentu kami ingin juara, tetapi fokus utamanya adalah menyediakan wadah berkompetisi bagi talenta muda sepak bola Padang. Agar semua pemain bisa berpartisipasi, kami memutuskan menurunkan dua tim di masing-masing KU,” kata Jhon saat ditemui di Padang.

Jhon menambahkan, SSB Imam Bonjol menjadi salah satu tim yang tidak pernah absen dalam sejarah penyelengaraan Liga TopSkor di Sumbar. Konsistensi tersebut terbukti efektif melahirkan pemain-pemain berbakat yang kini merintis karier di kancah sepak bola nasional, baik yang menembus Akademi EFA maupun klub-klub peserta Liga 3 dan Liga 4 Indonesia.

“Liga TopSkor ini wadah yang sangat tepat untuk menguji mental dan mencetak pemain berkualitas. Makanya kami tidak pernah absen ikut,” tegas Jhon.

Sementara itu, Koordinator LTS Zona Padang, Andi Pratomo, menilai fenomena klub yang menurunkan lebih dari satu tim menunjukkan meningkatnya kesadaran pengelola SSB akan pentingnya menit bermain bagi pemain muda.

“Pada edisi 2026/2027 ini, banyak SSB yang tidak hanya menurunkan satu tim, melainkan dua tim di masing-masing kelompok umur. Ini bukti nyata bahwa proses pembinaan pemain tidak berhenti di sesi latihan harian, tetapi diuji melalui atmosfer pertandingan resmi. Kesadaran ini sudah dipahami dengan sangat baik oleh seluruh pengelola SSB di Padang,” ujar Andi Pratomo.

Dengan persiapan matang dan konsistensi yang terjaga, SSB Imam Bonjol optimistis dapat menyajikan performa terbaik sekaligus melahirkan generasi penerus sepak bola Indonesia dari Sumatera Barat.(**)