- Klasemen sementara cabang olahraga sepak bola Porprov Sumatra Barat viral dan menuai sorotan tajam publik akibat susunan peringkat tim yang dinilai keliru dan tidak masuk akal.
- Kejanggalan terjadi di Grup A, B, dan C, di mana sejumlah tim dengan perolehan poin lebih tinggi justru ditempatkan di posisi juru kunci sehingga memicu gelombang kritik pencinta sepak bola.
- Panitia pelaksana mengakui adanya kesalahan teknis penginputan akibat posisi tim yang belum diperbarui saat publikasi dan menyatakan telah melakukan perbaikan data klasemen sesuai poin aktual.
PADANG, NUSATIME.ID — Klasemen cabang olahraga (cabor) sepak bola pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatra Barat mendadak viral dan menuai sorotan tajam netizen di media sosial. Pasalnya, susunan peringkat pada tabel klasemen sementara di beberapa grup dinilai tidak masuk akal dan acak-acakan.
Berdasarkan data yang sempat beredar, kejanggalan terjadi mulai dari Grup A. Kota Sawahlunto yang telah mengantongi 3 poin justru ditempatkan di posisi keempat (juru kunci). Padahal, Pasaman Barat di posisi kedua baru mengumpulkan 2 poin dan Padang Pariaman di posisi ketiga baru mengemas 1 poin.
Kondisi serupa merembet ke Grup B dan C.
Grup B, Kota Payakumbuh yang menguasai nilai sempurna 6 poin dari dua kemenangan malah terdampar di peringkat keempat. Sebaliknya, posisi puncak justru ditempati Solok Selatan yang baru mengantongi 1 poin.
Grup C, Kota Padang yang meraih 4 poin harus puas ditayangkan di posisi ketiga. Sementara posisi kedua ditempati kontingen Agam yang tercatat belum mengumpulkan poin sama sekali.

Kekeliruan fatal ini memicu gelombang kritik dari para pencinta sepak bola di Sumatra Barat.
“Ini paham sistem atau memang tidak mengerti? Masak klasemen kayak gini,” seloroh Adril, salah seorang pencinta sepak bola Sumbar saat ditemui di Padang, Minggu (4/10/2026).
Nada serupa disampaikan penonton lainnya, Hendra, yang mengaku bingung melihat tabel peringkat resmi yang diterbitkan tersebut. Menurutnya, persoalan mendasar seperti penyusunan data klasemen seharusnya disajikan secara akurat dan profesional.
“Ini membingungkan. Kok klasemen kayak gini? Harusnya ada koordinasi yang matang antara petugas di lapangan dengan penyusun data,” tegas Hendra.
Menanggapi polemik yang terlanjur menyebar luas di jagat maya, panitia pelaksana cabor sepak bola Porprov Sumbar akhirnya angkat bicara. Pihak panitia mengakui adanya kekeliruan teknis dalam penyusunan dan penginputan data klasemen tersebut.
Panitia menjelaskan bahwa insiden tersebut murni kesalahan teknis terkait posisi tim yang belum diperbarui (update) saat data dipublikasikan. Saat ini, perbaikan data telah dilakukan agar sesuai dengan perolehan poin aktual dari masing-masing kontingen.(**)



Tinggalkan Balasan