- BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Barat berpotensi diguyur hujan ringan hingga sangat lebat pada awal Agustus 2026, yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi.
- Peningkatan intensitas hujan tersebut dipicu oleh dinamika atmosfer, meliputi belokan angin, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta anomali suhu muka laut yang hangat.
- BMKG menetapkan status siaga hujan lebat di sejumlah daerah dan mengimbau masyarakat mewaspadai dampak cuaca ekstrem seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Padang-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan ringan hingga sangat lebat pada awak Agustus 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan karena kondisi cuaca tersebut berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau Decky Irmawan dalam keterangan resmi BMKG, Jumat (31/7/2026), mengatakan peningkatan intensitas hujan diperkirakan terjadi pada awal Agustus.
Decky menjelaskan kondisi atmosfer tersebut dipengaruhi belokan angin, aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby, serta anomali suhu muka laut yang hangat. Kombinasi faktor tersebut meningkatkan pembentukan awan hujan di wilayah Sumatera Barat.
Pada awal Agustus 2026 ini, belokan angin diprakirakan masih bertahan. Gelombang Kelvin dan Rossby juga diperkirakan melintasi Sumbar, sementara suhu muka laut tetap hangat dan atmosfer lokal berada dalam kondisi labil.
BMKG memprakirakan cuaca pada periode tersebut didominasi kondisi berawan hingga hujan ringan sampai sangat lebat.

Peningkatan hujan sedang hingga lebat perlu diwaspadai di Bukittinggi, Tanahdatar, Padangpanjang, Payakumbuh, Sawahlunto, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Sementara status peringatan dini kategori siaga untuk hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Padangpariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, dan Kabupaten Solok.
Peluang hujan diprakirakan mulai menurun di minggu kedua Agustus. Meski demikian, hujan ringan hingga sedang masih dapat terjadi secara tidak merata akibat pengaruh gelombang Kelvin, suhu muka laut yang hangat, dan kondisi atmosfer yang masih labil.
Hujan sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanahdatar, Padangpanjang, Padangpariaman, Kota Pariaman, Kota Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, Solok Selatan, Sijunjung, dan Dharmasraya.
Untuk periode tersebut, BMKG tidak mengeluarkan status siaga maupun peringatan angin kencang.
Decky mengimbau masyarakat mewaspadai perubahan cuaca yang dapat memicu banjir, longsor, genangan, pohon tumbang, dan sambaran petir. Pengendara juga diminta berhati-hati saat hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang.
Masyarakat diingatkan menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, maupun bangunan yang rapuh saat hujan disertai angin kencang dan petir. Informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini BMKG juga perlu dipantau secara rutin sebagai dasar merencanakan aktivitas dan perjalanan.(*)



Tinggalkan Balasan