- Banjir di Kota Padang kembali merusak fasilitas intake Perumda Air Minum yang masih dalam tahap perbaikan darurat pascabencana.
- Pemko Padang bersama BPBD menyalurkan 60.000 hingga 80.000 liter air bersih per hari untuk memitigasi krisis air warga terdampak.
- Pemerintah daerah mempercepat perbaikan tanggul dan normalisasi aliran sungai guna mengantisipasi risiko banjir susulan.
PADANG — Banjir yang melanda Kota Padang tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga kembali merusak sejumlah fasilitas intake (bangunan pengambilan air) milik Perumda Air Minum Kota Padang. Padahal Infrastruktur tersebut masih dalam tahap perbaikan darurat pascabencana hidrometeorologi November 2025.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengonfirmasi hal tersebut saat meninjau warga terdampak di Kelurahan Lapau Munggu, Kecamatan Kuranji, Selasa (4/8/2026). Menurutnya, pekerjaan penanganan intake yang belum rampung total membuatnya rentan jebol kembali saat diterjang banjir besar.
Fadly menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur pascabencana memerlukan perencanaan matang agar tahan terhadap ancaman banjir susulan. Pemko Padang bersama BPBD menyalurkan bantuan air bersih sekitar 60.000 hingga 80.000 liter per hari ke wilayah terdampak. Pihak balai terkait turut mengerahkan armada mobil tangki untuk mempercepat penanganan krisis air bersih.
Selain fokus pada krisis air, Pemko mempercepat perbaikan tanggul serta normalisasi aliran sungai di titik-titik rawan.
Fadly berharap penyaluran air bersih secara maraton ini dapat menjaga pemenuhan kebutuhan dasar warga selama proses perbaikan intake PDAM terus dikejar. (sal)




Tinggalkan Balasan