Rangkuman Utama
  • Hujan deras memicu banjir hingga ketinggian 2,5 meter dan tanah longsor di Kota Padang pada Senin (3/8/2026), menggenangi 700 unit rumah serta berdampak pada 1.488 KK tanpa ada laporan korban jiwa.
  • Kementerian Sosial menyalurkan bantuan logistik senilai Rp1,46 miliar dari Gudang Regional Barat Palembang berupa makanan, peralatan evakuasi, sandang, dan perlengkapan keluarga.
  • Tim gabungan lintas unsur terus melakukan evakuasi dan pembersihan material, sementara genangan air mulai surut meski beberapa kawasan di Kecamatan Kuranji dan Nanggalo masih terendam.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan logistik senilai Rp1.467.115.420 bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan tanah longsor di Kota Padang, Sumatera Barat. Bantuan tersebut dikirim melalui Gudang Regional Barat Kemensos di Palembang sebagai bagian dari upaya pemenuhan kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat.

Bencana terjadi pada Senin (3/8/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak pukul 08.00 WIB. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah, termasuk Gunung Sarik dan Nanggalo. Tim gabungan kemudian mengevakuasi warga ke lokasi yang lebih aman saat ketinggian air mencapai hingga 2,5 meter.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, tim Kemensos di lapangan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.

“Tim Kementerian Sosial di lapangan terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah, melakukan asesmen cepat untuk mengidentifikasi kebutuhan mendesak, serta menyalurkan bantuan logistik kepada warga terdampak,” kata Saifullah Yusuf dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun, bencana tersebut berdampak terhadap sekitar 700 unit rumah dan 1.488 kepala keluarga (KK). Hingga kini belum terdapat laporan korban meninggal dunia maupun korban luka-luka, sementara proses pendataan pengungsi dan dampak keseluruhan masih terus dilakukan.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat, Kemensos menyalurkan berbagai jenis bantuan yang meliputi bantuan permakanan berupa lauk pauk dan makanan siap saji, bantuan peralatan evakuasi seperti kasur dan tenda, bantuan sandang berupa selimut, perlengkapan ibadah, pakaian anak, dan pakaian dewasa, serta perlengkapan keluarga berupa family kit, kids ware, dan perlengkapan dapur.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Kemensos juga terus melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait guna mempercepat asesmen serta pendataan kebutuhan mendesak di lapangan.

“Selain penyaluran bantuan, Kemensos terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan unsur terkait untuk melakukan asesmen dan pendataan cepat kebutuhan mendesak, serta memastikan bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan,” ungkapnya.

Penanganan bencana di lapangan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Dinas Sosial, BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Taruna Siaga Bencana (Tagana), serta relawan. Tim gabungan melakukan evakuasi warga, terutama kelompok rentan, sekaligus memberikan peringatan dini agar masyarakat menghindari tepian sungai dan tidak menyeberangi arus deras.

Menurut kondisi terkini, hujan di Kota Padang mulai reda dan genangan air di sejumlah wilayah berangsur surut. Meski demikian, banjir masih menggenangi beberapa kawasan yang terdampak paling parah, terutama di Kecamatan Kuranji dan Nanggalo. Proses pembersihan material lumpur, kayu, dan bebatuan juga masih terus berlangsung.

Kemensos memastikan akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh unsur penanggulangan bencana agar kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi selama masa tanggap darurat. (fix)