- Penunjukan Renol Palek Fadli sebagai pengelola operasional Piala Soeratin Sumatera Barat 2026 memicu antusiasme tinggi dari puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub anggota PSSI Sumbar untuk mendaftar.
- Tingginya partisipasi peserta didasari oleh kepercayaan terhadap integritas Renol Palek yang dikenal tegas dan berkomitmen menyelenggarakan kompetisi bersih tanpa intervensi kepentingan kelompok.
- Panitia mencatat lonjakan pendaftaran administrasi dari berbagai daerah, dengan kategori kelompok umur U-13 dan U-15 menjadi yang paling diminati.
PADANG — Keputusan menyerahkan kendali operasional Piala Soeratin Sumatera Barat 2026 kepada sosok senior sepak bola Ranah Minang, Renol Palek Fadli, memicu gelombang antusiasme tinggi dari para pelaku sepak bola usia muda. Puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) dan klub anggota PSSI Sumbar beramai-ramai mendaftarkan diri untuk ambil bagian dalam kompetisi pembinaan tahunan ini.
Rekam jejak dan integritas Renol Palek dalam mengelola kompetisi berbasis pembinaan murni menjadi faktor utama yang membakar semangat para pembina di daerah.
Pembina sekaligus pelatih SSB Remaja Tarusan Pesisir Selatan, Riki Abak, menegaskan komitmennya untuk langsung menerjunkan dua tim begitu mendengar kabar penunjukan tersebut.
“Kalau Palek penyelenggara Piala Soeratin, kami pastikan ikut. Rencana kami akan turun dua tim,” tegas Riki saat ditemui di Padang, Sabtu (8/8/2026).
Kepercayaan tinggi yang diberikan para pelaku sepak bola usia muda di Sumbar bukan tanpa alasan. Renol Palek dikenal memegang prinsip tegas: menjaga kompetisi tetap bersih dari intervensi dan kepentingan kelompok tertentu.

“Bagi Palek, semua tim asal Sumbar ini sama. Mereka ini anak-anak masa depan Sumbar, jadi dalam menggelar pertandingan benar-benar murni. Tidak ada istilah kepentingan si A atau si B. Kepentingan dia saya lihat cuma satu, melahirkan pemain muda asal Sumbar,” tambah Riki.
Atmosfer kompetisi yang adil dan transparan inilah yang selama ini dirindukan oleh SSB lokal untuk mematangkan mental serta jam terbang para pemain muda mereka.
Dampak positif dari figur kepemimpinan ini terlihat dari tingginya lalu lintas pendaftaran di meja panitia. Sejumlah SSB dan klub dari berbagai kabupaten/kota di Sumbar terus berdatangan untuk melengkapi dokumen persyaratan administrasi.
Koordinator Admin Piala Soeratin 2026 Sumbar, Andi Pratomo, membenarkan lonjakan minat dari calon peserta tersebut.
“Yang menghubungi kami untuk ikut cukup banyak. Mereka rata-rata siap ambil bagian dalam iven usia muda ini, dan semua calon peserta telah meminta syarat administrasi,” ungkap Andi pada Sabtu (8/8/2026).
Andi menjelaskan, mayoritas pendaftar membidik kategori kelompok umur U-13 dan U-15—dua kategori resmi yang diizinkan untuk dikuti oleh wadah SSB.
Dari kedua kategori tersebut, kelompok umur U-13 menjadi yang paling diminati dan paling banyak disorot.
Dengan tingginya partisipasi peserta dan hadirnya sosok pengelola yang tepercaya, Piala Soeratin Sumbar 2026 diprediksi akan menjadi panggung pembinaan paling kompetitif dan bersih di Ranah Minang tahun ini. (sal)



Tinggalkan Balasan