Rangkuman Utama
  • Sanksi larangan registrasi pemain dari FIFA untuk Semen Padang FC resmi dicabut, sehingga klub berjuluk Kabau Sirah tersebut dapat mendaftarkan pemain baru untuk musim ini.
  • Pengumuman resmi pencabutan sanksi di media sosial justru memicu perdebatan hangat antara warganet dan Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade.
  • Dalam adu argumen tersebut, Andre Rosiade mengklarifikasi bahwa pelunasan sanksi FIFA dibiayai oleh dana manajemen baru serta dicicil oleh PT Semen Padang.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG — Kabar lega sekaligus hangat menghinggapi pencinta sepak bola Sumatra Barat. Manajemen Semen Padang FC resmi mengonfirmasi bahwa sengketa FIFA registration ban yang sempat membelit klub berjuluk Kabau Sirah tersebut telah diselesaikan. Nama Semen Padang FC kini dipastikan bersih dan hilang dari daftar sanksi larangan registrasi pemain FIFA.

Kepastian ini diumumkan langsung melalui akun Instagram resmi klub, @semenpadangfcid, pada Sabtu (8/8/2026). Dengan selesainya masalah administrasi tingkat dunia ini, tim Kabau Sirah dipastikan bisa melenggang mulus untuk mendaftarkan pemain-pemain baru guna mengarungi kompetisi musim ini.

“Terima kasih atas kesabaran dan dukungan penuh dari pencinta Kabau Sirah,” tulis unggahan resmi manajemen.

Namun, di balik kabar gembira tersebut, kolom komentar unggahan akun resmi Semen Padang FC justru berubah menjadi panggung ‘perang saraf’ yang riuh dan menyedot perhatian netizen.

Keriuhan bermula saat akun @andy.hool menuliskan komentar singkat yang mengapresiasi pengurus sebelumnya, “Terima kasih manajemen lama.”

Komentar bernada sindiran halus itu langsung memantik respons menohok dari Politisi sekaligus Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade (@andre_rosiade). Menggunakan bahasa Minang, Andre meluruskan perihal pendanaan pelunasan sanksi tersebut.

Pakai pitih (uang) manajemen baru, dan dicicil oleh PT Semen Padang,” balas Andre tegas.

Aksi saling balas pun tak terhindarkan. Pemilik akun @rahaniamaghfirahh mencoba menengahi sekaligus mencandai Andre dengan menulis, “Ngak usah baper pak, abang tu sengaja memancing.”

Namun, Andre membalasnya kembali dengan nada tak kalah tajam, Harus diagiah tahu bia tukang cacek dan cimeeh jan banyak gaya (Harus diberi tahu supaya tukang cela dan tukang cemooh jangan banyak gaya).

Perdebatan kian hangat ketika netizen lain, @iparamit, melontarkan pertanyaan menggelitik menggunakan bahasa daerah, “Emangnya pitih manajemen baru dari ma pak andre,” tulisnya.

Di sisi lain, akun @alfiandarmawannn mempertanyakan keterlibatan Andre dalam dinamika komentar tersebut, Paralu bana tag beliau tu, untuk apo? (Perlu banget tag beliau itu, untuk apa?).

Komentar ini langsung disambar oleh warganet lain, @daffaoliyan6_, yang membela peran Andre di klub, Cari tahu apa jabatan pak andre kini di semen padang ko da, baru uda mengomen, buliah banci ko urangnyo, tapi cari tahu dulu sianyo, bia dak asa mangomen se(Cari tahu dulu apa jabatan Pak Andre sekarang di Semen Padang ini Da, baru Anda mengomentari. Boleh benci sama orangnya, tapi cari tahu dulu siapa dia, supaya tidak asal berkomentar saja).

Terlepas dari riuhnya ‘drama’ di kolom komentar, pencabutan sanksi FIFA ini menjadi angin segar yang sangat dinantikan oleh ribuan pendukung setia Kabau Sirah. Kini, fokus publik tertuju pada pergerakan manajemen dalam mendatangkan amunisi pemain baru untuk membawa Semen Padang FC bersaing di papan atas sepak bola nasional. (sal)