Rangkuman Utama
  • Panitia Pelaksana Piala Soeratin Sumatera Barat resmi membuka pendaftaran bagi klub peserta yang ingin menjadi tuan rumah babak penyisihan.
  • Calon tuan rumah diwajibkan memenuhi syarat ketat, meliputi kelayakan lapangan sesuai standar nasional, jaminan keamanan dari kepolisian, serta kesiapan tim kesehatan.
  • Kebijakan ini bertujuan untuk menyebarkan atmosfer kompetisi sepak bola usia muda ke berbagai daerah sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di Sumatera Barat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG— Panitia pelaksana sekaligus operator Kompetisi Piala Soeratin tingkat Provinsi Sumatera Barat resmi membuka kesempatan bagi klub-klub peserta untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah pada babak penyisihan kelompok umur.

Kendati demikian, pihak panitia menegaskan bahwa status tuan rumah tidak akan diberikan secara cuma-cuma. Setiap tim yang berminat diwajibkan memenuhi serangkaian kriteria ketat yang telah ditetapkan oleh regulasi kompetisi.

“Kami akan memberi kesempatan kepada peserta untuk mengajukan diri sebagai tuan rumah di babak penyisihan. Namun, untuk bisa mengajukan diri sebagai tuan rumah, harus memenuhi syarat yang telah kami tetapkan,” tegas Ketua Panitia Piala Soeratin Sumbar, Renol Palek Fadli, di Padang, Sabtu (8/8/2026).

Pria yang akrab disapa Palek tersebut menjelaskan bahwa kesiapan infrastruktur, khususnya kelayakan dan standar ukuran lapangan, menjadi indikator penilaian paling vital.

Lapangan yang diajukan wajib memenuhi spesifikasi teknis pertandingan resmi tingkat nasional.

Tak hanya aspek teknis di dalam lapangan, kesiapan di luar lapangan juga menjadi syarat mutlak yang tidak boleh diabaikan oleh para calon tuan rumah.

“Syarat utama adalah kelayakan lapangan, di mana peserta yang mengajukan diri lapangannya harus sesuai standar Piala Soeratin. Selain itu, kesiapan administrasi pertandingan, seperti jaminan keamanan dari kepolisian setempat serta tim kesehatan, juga menjadi perhatian utama kami,” tambah Palek.

Langkah pembukaan opsi tuan rumah ini diharapkan dapat menyebarkan atmosfer gairah sepak bola usia muda ke berbagai kabupaten/kota di Sumatera Barat, sekaligus menguji kesiapan infrastruktur olahraga di daerah dalam menggelar turnamen resmi secara profesional. (sal)