- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengerahkan 438 personel operasional untuk mengawal kebersihan Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 dengan target "Zero Visible Litter".
- Pengawasan dan pembersihan difokuskan pada 10 titik lokasi acara menggunakan skema kerja tiga shift selama 24 jam penuh yang didukung puluhan armada kebersihan.
- Sistem pengelolaan sampah menerapkan tenggat pembersihan total maksimal pukul 02.00 WIB setiap hari serta standar Quick Response penanganan sampah liar maksimal lima menit.
PADANG — Menyambut semarak Peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang mengambil langkah sigap untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tanpa noda sampah. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 438 personel operasional dikerahkan secara masif untuk mengawal kebersihan di seluruh penjuru kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menyatakan bahwa kenyamanan warga dan pengunjung menjadi prioritas utama selama pesta rakyat ini berlangsung.
“Target utama kita dalam perayaan HJK ke-357 ini adalah Zero Visible Litter. Seluruh kawasan acara harus tetap bersih, nyaman, dan bebas dari sampah yang berserakan,” ujar Fadelan penuh optimisme.
Guna mengejar target bebas sampah kasat mata, ratusan petugas disebar ke 10 titik venueacara. Tiga kawasan ikonik Kota Padang—yakni Batang Arau, Pantai Cimpago, dan Kota Tua—menjadi fokus utama penyisiran karena diprediksi akan menyedot lautan pengunjung.
Strategi pengawasan pun dibuat tanpa celah. Seluruh armada dibagikan ke dalam tiga shiftoperasional yang bekerja bergiliran selama 24 jam penuh.

“Kami membagi petugas ke dalam tiga shift agar kondisi kebersihan di setiap venue tetap terjaga secara konsisten dari pagi hingga malam,” jelas Fadelan.
Pasukan kebersihan ini dibekali dengan amunisi sarana dan prasarana yang tangguh. DLH menerjunkan puluhan armada penunjang di lapangan, yakni 60 unit tong sampah terpilah, 60 unit gerobak sampah, 35 unit becak motor (bentor), 18 unit dump truck, 10 unit mobil pick-up, 6 unit kendaraan patroli mobilitas tinggi.
Sistem pembuangan dibuat mengalir cepat dari TPS Venue menuju TPS Antara, sebelum akhirnya bermuara di TPA Air Dingin. Manajemen waktu pengangkutan diatur ketat dengan tenggat waktu (deadline) seluruh sampah kawasan acara sudah harus bersih total maksimal pukul 02.00 WIB setiap harinya.
Tak berhenti di situ, kontrol kualitas dilakukan sangat presisi. Petugas pengawas menggelar patroli inspeksi hingga 12 kali sehari, disusul evaluasi harian setiap pukul 22.30 WIB di Posko Utama Batang Arau. Jika ditemukan titik sampah liar, DLH menerapkan standar Quick Response dengan batas waktu eksekusi maksimal 5 menit setelah laporan masuk dari Posko Pengendali. (sal)



Tinggalkan Balasan