PASAMAN, NUSATIME.ID — Ketegangan dan kecemasan masih menyelimuti Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman. Memasuki hari kedua pascabencana banjir bandang yang menerjang wilayah tersebut, tim SAR gabungan terus berjibaku melawan medan berat demi menemukan keberadaan Amri Anto (51), warga setempat yang dilaporkan hilang terseret arus deras.

Peristiwa memilukan ini bermula pada Jumat (18/9) sore lalu. Hujan deras yang mengguyur kawasan perbukitan Duo Koto memicu luapan air bah secara tiba-tiba dari hulu sungai. Tanpa sempat menyelamatkan diri, Bp. Amri Anto terhempas dan hanyut terbawa gulungan arus banjir bandang yang membawa material lumpur serta pepohonan.

Pada pencarian hari kedua, Sabtu (19/9), tim SAR gabungan—yang terdiri dari Personel Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta para relawan lokal—mengerahkan segala upaya teknis secara maksimal. Operasi penyisiran dibagi menjadi dua sektor utama dengan radius pencarian mencapai 2 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang (last known position).

Guna menembus tebalnya endapan lumpur dan pusaran air keruh, tim melengkapi operasi dengan peralatan mutakhir. Unit drone detector suhu (drone thermal) diterbangkan untuk memantau area vegetasi lebat dan ceruk sungai dari udara. Sementara di sepanjang aliran sungai, petugas memanfaatkan perangkat Aqua Eye—teknologi sonar pencari bawah air—untuk memindai keberadaan objek di balik kedalaman air.

Namun, kendala medan yang ekstrem, material sisa banjir yang menumpuk, serta keterbatasan jarak pandang menjadi tantangan berat di lapangan. Hingga batas waktu operasi dihentikan sementara pada pukul 18.00 WIB sore tadi, keberadaan korban masih belum membuahkan hasil.

“Pencarian sore ini kami hentikan sementara sesuai prosedur keselamatan mengingat kondisi cahaya yang makin terbatas dan arus air yang membahayakan personil. Operasi SAR akan kembali kami maksimalkan besok pagi, Minggu (20/9), mulai pukul 07.00 WIB,” ujar komandan tim lapangan di lokasi bencana.

Di tengah penantian yang melelahkan ini, doa dan dukungan moral terus mengalir dari berbagai pihak. Duka keluarga adalah duka bersama. Mohon doa dari semeton, kawan-kawan, dan seluruh masyarakat agar proses pencarian esok hari berjalan lancar, Bp. Amri Anto dapat segera ditemukan, serta keluarga yang menanti diberi ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian ini. (**)