- Tim gabungan dari TNI, Polri, BNNK Payakumbuh, dan petugas lapas menggelar razia penggeledahan barang terlarang serta tes urine massal bagi narapidana dan pegawai di Lapas Kelas II-B Tanjung Pati.
- Operasi penertiban ini digelar guna mencegah peredaran narkoba sekaligus memitigasi potensi gangguan kamtibmas akibat kondisi lapas yang mengalami overkapasitas hingga 314 orang dari daya tampung ideal 86 orang.
- Pihak lapas berkomitmen menjalankan razia secara berkala dan berupaya menekan kepadatan hunian melalui rencana pemindahan narapidana ke lembaga pemasyarakatan lain.
PAYAKUMBUH, NUSATIME.ID – Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BNNK Payakumbuh serta petugas pengamanan Lapas, kembali melakukan razia di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II-B Tanjung Pati mengantisipasi peredaran narkoba, handphone serta benda terlarang lainnya, Selasa (22/9/2026).
Selain itu, razia ini juga termasuk untuk antisipasi gangguan Kamtibmas akibat jumlah Warga Binaan Permasyarakatan (WBP) yang telah mencapai 314 orang.
Saat ini jumlah WBP di Lapas Kelas II-B Tanjung Pati telah melebihi kapasitas (Over Kapasitas) dari data tampung yang seharusnya hanya 86 orang.
Sehingga pihak Lapas terus berupaya untuk mengurangi Overkapasitas dan antisipasi gangguan, diantaranya melakukan pemindahan WBP ke Lapas lain serta meminimalisir gangguan dengan razia, termasuk razia narkoba yang dilakukan rutin secara berkala.
“Untuk saat ini jumlah warga binaan di Lapas telah melebihi kapasitas dari data tampung yang hanya 86 orang, saat ini jumlah WBP kita mencapai 314 orang. Kita lakukan berbagai upaya untuk antisipasi gangguan, termasuk razia Narkoba yang kita gelar hari ini,” sebut Kalapas Kelas II-B Tanjung Pati, Elfiandi didampingi Kasi Binapi Giatja, Agung Lestara, KPLP, Rezky anggota TNI, BNNK dan Kanit Narkoba Polres Payakumbuh.

Kalapas juga menambahkan, dalam razia yang melibatkan banyak pihak tersebut, pihaknya juga melakukan tes urine kepada ratusan WBP serta pegawai Lapas.
”Saya juga ikut langsung melakukan tes urine setelah razia gabungan yang dilakukan tadi, tentu kita berkomitmen untuk menjalankan perintah pimpinan ditingkat Provinsi maupun pusat,”tambahnya.
Dalam razia narkoba dan berbagai benda terlarang lainnya, tim gabungan menyisir tiap bagian didalam kamar warga binaan, hal tersebut dilakukan untuk memastikan tidak adanya peredaran maupun penyalahgunaan Narkoba.
“Ini razia rutin yang kita lakukan untuk antisipasi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba di dalam Lapas, kita apresiasi dan berterimakasih dukungan banyak pihak dalam razia yang kita gelar.” tutupnya. (Toco)



Tinggalkan Balasan