- GENTA INDONESIA resmi membuka rekrutmen terbuka untuk calon Ketua DPW tingkat provinsi dan Ketua DPD tingkat kabupaten/kota guna membangun jaringan kelembagaan di seluruh Indonesia.
- Organisasi nirlaba berbadan hukum ini berfokus pada pengawasan dan transparansi anggaran publik yang profesional, objektif, serta berbasis data demi mendorong tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
- Perekrutan terbuka bagi masyarakat dari berbagai latar belakang profesi berusia 25–65 tahun dengan pendidikan minimal SLTA yang memiliki integritas dan komitmen terhadap kepentingan publik.
JAKARTA, NUSATIME.ID — Gerakan Nasional Transparansi Anggaran Indonesia (GENTA INDONESIA) mulai membangun jaringan organisasi secara nasional dengan membuka rekrutmen calon Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) di tingkat provinsi dan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
GENTA INDONESIA merupakan lembaga non-pemerintah (Non-Governmental Organization/NGO) baru yang dibentuk untuk bergerak secara profesional dalam bidang pengawasan dan transparansi anggaran pemerintah serta anggaran publik. Lembaga ini telah memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia dan direncanakan berkantor pusat di Jakarta.
Sebagai organisasi yang tengah membangun struktur nasional, GENTA INDONESIA menargetkan pembentukan perwakilan organisasi di seluruh provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Kehadiran jaringan daerah tersebut diharapkan memperluas partisipasi masyarakat dalam mendorong tata kelola anggaran yang semakin transparan, akuntabel, efektif, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Ketua Umum DPN GENTA INDONESIA, Drs. H. Marlis, MM, C.Med, menegaskan bahwa organisasi tersebut ingin membangun budaya pengawasan yang profesional, objektif, independen, berbasis data dan fakta, serta menghormati ketentuan hukum.
Menurut Marlis, transparansi anggaran tidak semestinya dipahami sebatas mencari kesalahan pemerintah. Pengawasan publik juga diperlukan untuk memastikan setiap kebijakan dan penggunaan anggaran benar-benar dapat dipertanggungjawabkan serta memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

“GENTA INDONESIA tidak dibangun untuk sekadar menjadi organisasi yang lantang bersuara. Kami ingin membangun NGO yang profesional, kritis, berintegritas dan berbasis data. Kritik harus mempunyai dasar, pengawasan harus objektif, dan setiap langkah organisasi harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum maupun moral,” kata Marlis.
Ruang perhatian GENTA INDONESIA meliputi proses perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan program, pengadaan barang dan jasa, penggunaan anggaran, hingga pertanggungjawaban dan manfaat anggaran kepada masyarakat.
Dalam menjalankan perannya, organisasi akan mengembangkan kegiatan berupa kajian, edukasi publik, advokasi, pemantauan, penyampaian informasi serta laporan kepada institusi yang berwenang apabila ditemukan indikasi persoalan yang didukung data dan bukti yang memadai.
Sejalan dengan pembentukan jaringan nasional tersebut, Marlis secara terbuka mengajak tokoh masyarakat dan figur profesional di berbagai daerah untuk mengambil bagian dalam membangun GENTA INDONESIA.
“Kami mengajak tokoh-tokoh terbaik di setiap daerah—mereka yang mempunyai integritas, keberanian, kapasitas dan kepedulian terhadap kepentingan publik—untuk bergabung. Mari kita satukan pengalaman, kompetensi dan kepedulian menjadi sebuah kekuatan sosial yang besar, profesional dan berpengaruh dalam mendorong transparansi serta akuntabilitas anggaran di Indonesia,” ujar Marlis.
Ia menegaskan bahwa kekuatan sosial yang dimaksud bukan diarahkan untuk kepentingan politik praktis ataupun kepentingan pribadi dan kelompok, tetapi untuk memperkuat partisipasi serta kontrol sosial masyarakat terhadap pengelolaan anggaran publik.
“Uang negara dan daerah pada hakikatnya harus dikelola untuk kepentingan masyarakat. Karena itu, masyarakat juga mempunyai ruang untuk mengetahui, mengawasi dan mengawal penggunaannya sesuai koridor hukum,” lanjutnya.
Rekrutmen Ketua DPW dan DPD terbuka bagi pria maupun wanita berusia 25–65 tahun, berpendidikan minimal SLTA, berdomisili di wilayah yang akan dipimpin, berjiwa kritis dan berintegritas, serta memiliki komitmen tinggi terhadap transparansi anggaran.
GENTA INDONESIA membuka kesempatan bagi figur dari berbagai latar belakang, seperti pensiunan ASN, TNI dan Polri, wartawan/jurnalis, advokat dan praktisi hukum, pengusaha/profesional, penggiat sosial, aktivis antikorupsi, tokoh masyarakat, akademisi, serta unsur masyarakat lainnya yang memenuhi persyaratan organisasi.
Seleksi tidak semata-mata mempertimbangkan latar belakang profesi. Integritas, rekam jejak, kapasitas kepemimpinan, independensi, kemampuan membangun jaringan, serta komitmen terhadap kepentingan publik akan menjadi bagian penting dalam proses penjaringan calon pimpinan daerah.
GENTA INDONESIA berharap keberadaan DPW dan DPD nantinya dapat menjadi simpul masyarakat sipil di daerah yang mampu membangun komunikasi dan sinergi secara konstruktif dengan masyarakat, pemerintah, lembaga pengawasan, akademisi, media, dunia usaha, serta institusi terkait lainnya.
Marlis menegaskan, GENTA INDONESIA ingin tumbuh sebagai organisasi yang dipercaya karena integritas dan kualitas kerjanya, bukan karena sensasi.
“GENTA INDONESIA harus menjadi rumah besar bagi orang-orang yang masih mempunyai idealisme untuk menjaga kepentingan publik. Kita ingin membangun organisasi yang kuat karena data, dipercaya karena integritas, dan diperhitungkan karena profesionalisme,” tegas Marlis.
Tokoh masyarakat dan profesional yang memenuhi persyaratan serta berminat menjadi Ketua DPW GENTA INDONESIA tingkat provinsi atau Ketua DPD tingkat kabupaten/kota dapat mengirimkan Surat Permohonan (Lamaran), Curriculum Vitae (CV), dan dokumen pendukung.
Surat Permohonan (Lamaran) dikirim melalui WhatsApp, 0853-8167-7667
Pelamar diminta mencantumkan dengan jelas jabatan yang dilamar serta nama provinsi atau kabupaten/kota yang akan dipimpin.
Gerakan Nasional Transparansi Anggaran Indonesia. Transparency • Accountability • Integrity “Transparan Anggarannya, Sejahtera Rakyatnya.” (*/ Redaksi )



Tinggalkan Balasan