- Kekeliruan atribut pertandingan kembali terjadi di arena Porprov, di mana spanduk cabang olahraga dayung di Banjir Kanal Kompleks Stadion H. Agus Salim memuat logo cabor tenis meja.
- Kesalahan berulang tersebut memicu sorotan dan tanda tanya dari penonton yang menilai panitia pelaksana kurang teliti dalam mengelola atribut kejuaraan.
- Pengurus Besar (PB) Porprov langsung memerintahkan pencopotan spanduk dan menegaskan akan memanggil pihak penyelenggara untuk meminta pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
PADANG, NUSATIME.ID— Penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) kembali diterpa persoalan teknis dan tata kelola atribut pertandingan. Setelah sebelumnya ditemukan logo Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) pada spanduk cabang olahraga (cabor) muaythai, kekeliruan serupa kembali terjadi di arena pertandingan dayung, Kamis (8/10/2026).
Pemandangan tersebut terlihat di arena dayung Banjir Kanal Kompleks Stadion H. Agus Salim. Di lokasi tersebut, terpasang spanduk ucapan “Selamat Bertanding Cabor Dayung”, tetapi logo yang tertera di bagian atas banner justru merupakan logo cabor tenis meja.
Keberadaan spanduk tersebut memicu keheranan dari para penonton yang hadir di lokasi. Mereka menilai kekeliruan visual tersebut mencerminkan kurang telitinya panitia pelaksana dalam mempersiapkan kelengkapan atribut kejuaraan.
“Ini yang bertanding cabor dayung atau tenis meja? Soalnya di spanduknya pakai logo tenis meja,” ujar Andi, salah seorang penonton yang ditemui di depan lokasi pemasangan spanduk, Kamis (8/10/2026).
Merespons temuan tersebut, Pengurus Besar (PB) Porprov menyatakan akan mengambil langkah tegas. Wakil Ketua PB Porprov, Rahmat Fajri, menegaskan bahwa pihaknya bakal menelusuri asal-usul pembuatan serta Pemasangan atribut yang keliru tersebut.

“Kita akan panggil pihak penyelenggara untuk meminta pertanggungjawaban terkait siapa yang membuat dan memasang spanduk itu. Kami juga telah memerintahkan tim di lapangan untuk segera mencopot dan menggantinya dengan yang benar,” tegas Rahmat saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (8/10/2026).
Berulangnya kesalahan atribut dalam ajang berskala provinsi ini menjadi sorotan publik. Meski terkesan sebagai masalah administratif kecil, kekeliruan yang terjadi beruntun di dua cabor berbeda ini mengindikasikan adanya kelemahan dalam proses koordinasi, pengawasan, serta manajemen persiapan acara oleh pihak penyelenggara.(**)



Tinggalkan Balasan