- Saluran Irigasi Batang Hari di Kabupaten Dharmasraya mengalami penyempitan akibat ditumbuhi vegetasi liar, memicu kekhawatiran masyarakat mengenai efektivitas pemeliharaan infrastruktur pertanian tersebut.
- Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang belum memberikan tanggapan resmi terkait surat konfirmasi yang dilayangkan redaksi mengenai jadwal, kendala anggaran, serta langkah penanganan irigasi.
- Ketiadaan pemeliharaan yang memadai dikhawatirkan dapat menurunkan kapasitas aliran air, mengganggu distribusi ke lahan persawahan, dan berdampak buruk pada produktivitas pertanian lokal.
Irigasi Batang Hari Terabaikan, BWSS V Bungkam Saat Dimintai Konfirmasi
Oleh: Tim Investigasi NusaTime.id
DHARMASRAYA, 20 Juli 2026 — Hamparan tumbuhan liar yang menutupi permukaan air kini menjadi pemandangan mencolok di Saluran Irigasi Batang Hari, tepatnya di Jorong Lawai, Nagari Sitiung, Kabupaten Dharmasraya. Pada sejumlah titik, aliran air tampak menyempit sehingga memunculkan pertanyaan masyarakat mengenai efektivitas pemeliharaan jaringan irigasi yang menjadi penopang sektor pertanian tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan lapangan NusaTime.id, vegetasi liar tumbuh cukup lebat di sepanjang saluran. Sejumlah warga dan tokoh masyarakat setempat menyampaikan bahwa kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama dan mereka tidak mengetahui adanya kegiatan pembersihan maupun pemeliharaan dalam beberapa waktu terakhir. Pernyataan tersebut merupakan keterangan dari warga dan belum dapat diverifikasi sebagai catatan resmi mengenai jadwal pemeliharaan.
Untuk memperoleh informasi yang berimbang, NusaTime.id telah mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V (BWSS V) Padang. Konfirmasi tersebut antara lain meminta penjelasan mengenai kapan terakhir pemeliharaan dilakukan, apakah terdapat kendala anggaran atau teknis, serta langkah yang akan ditempuh untuk mengatasi kondisi saluran irigasi tersebut.


Namun, hingga berita ini diturunkan, Kepala BWSS V belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut.
Ketiadaan penjelasan dari instansi yang berwenang membuat sejumlah pertanyaan publik belum terjawab. Di antaranya, bagaimana mekanisme pemeliharaan rutin jaringan irigasi, apakah kegiatan tersebut telah berjalan sesuai rencana, serta apakah kondisi di lapangan telah menjadi bagian dari evaluasi BWSS V.
Jaringan irigasi memiliki peran strategis dalam menjaga pasokan air bagi lahan pertanian. Apabila pemeliharaan tidak dilakukan secara memadai, sedimentasi dan pertumbuhan gulma air berpotensi mengurangi kapasitas aliran, mengganggu distribusi air, dan pada akhirnya berdampak terhadap produktivitas pertanian.
Tim Investigasi NusaTime.id akan melanjutkan penelusuran pada edisi berikutnya dengan melakukan konfirmasi kepada berbagai pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, instansi teknis, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta pihak-pihak lain yang memiliki kewenangan dan informasi mengenai pengelolaan Irigasi Batang Hari. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran yang utuh, faktual, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Redaksi juga tetap membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Kepala BWSS V maupun pihak-pihak terkait lainnya. Apabila tanggapan diterima setelah berita ini dipublikasikan, NusaTime.id akan memuatnya secara proporsional sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. (*/ Tim Investigasi )



Tinggalkan Balasan