Rangkuman Utama
  • Panitia Porprov Sumbar menyerahkan penentuan batas usia pemain cabang olahraga sepak bola kepada PSSI Kabupaten/Kota menyusul belum adanya keputusan regulasi resmi untuk Porwil 2027 dan PON 2028.
  • Tuan rumah PON XXII 2028 (NTB-NTT) mengusulkan batasan usia pemain sepak bola sebesar 22 tahun (kelahiran 1 Januari 2006) demi menyelaraskan pembinaan atlet dengan ajang internasional.
  • Sejumlah pengurus PSSI Kabupaten/Kota di Sumbar mengusulkan pelibatan pemain U-20 dalam skuad Porprov sebagai sarana pemanduan bakat dan antisipasi terhadap aturan usia di PON.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Padang-Belum ada keputusan soal usia kelahiran pemain Sepakbola pada pekan olahraga wilayah (Porwil) 2027 dan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, maka panitia Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar yang awalnya telah menetapkan kelahiran pemain, 1 Januari 2007 yang berstatus amatir, menyerahkan sepenuhnya ke PSSI Kabupaten/Kota sebagai peserta.

Technical Delegate (TD) cabang olahraga sepakbola Porprov Sumbar, Yulius Dede menyatakan, saat ini, panitia telah menetapkan untuk usia pemain yang akan berlaga dalam multieven terbesar di Ranah Minang ini, adalah kelahiran 2007 atau U-19. Tapi ini bisa dirubah, PSSI Kabupaten/Kota berkehendak atau merubah, sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kita menunggu usulan PSSI Kabupaten/Kota. Kalau memang ada yang menginginkan perubahan kita akan tampung,” terang Yulius Dede di Padang, Selasa (4/8/26).

Memang, kata Dede, regulasi Porwil dan PON tentang usia pemain bum ada keputusan. Namun, berkaca pada pelaksaaan multieven sebelumnya, untuk Porwil usia 20 tahun dan PON 21 tahun. Melihat tahun penyelenggaraan dua multieven ini, di mana Porwil digelar 2027 dan PON 2028, maka pemain yang tahun 2026 ini berusia 19 tahun tentu kelahiran 2007.

“Porprov ini adalah ajang seleksi bagi provinsi untuk melihat pemain yang nantinya disiapkan ke Porwil. Tapi dengan belum adanya keputusan usia, kita bisa menerima masukan dan usulan dari PSSI Kabupaten/kota untuk mengantisipasi usia pemain ini,” terang Dede.

Sebelumnya, tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028,  Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan usia cabang olahraga sepak bola 22 tahun atau kelahiran 1 Januari 2006. Usulan ini bertujuan untuk menyelaraskan pembinaan prestasi atlet muda dengan roadmap menuju kompetisi internasional seperti SEA Games dan Asian Games.

Sekretaris PSSI Padang, Masrizal Ujang menyatakan, agar penyelenggaraan Porprov Sumbar ini bisa selaras dengan PON, panitia bisa menyesuaikan dengan melibatkan pemain U-20 atau pemain kelahiran 1 Januari 2006 di Porprov. Minimal dalam tim bisa memakai pemain kelahiran 2006 tiga orang.

“Mengantisipasi usia PON, panitia bisa membolehkan pemain U-20 tiga orang dalam tim. Ini dilakukan, agar pemain ini juga bisa dipantau yang nantinya di siapkan untuk Porwil atau PON kalau nanti usia dia multieven ini kelahiran 2026 yang  status pemain adalah amatir,” terang Ujang.

Usulan yang sama juga disampaikan PLT PSSI Sijunjung, Erwin Sofyan, katanya, Porprov adalah ajang untuk menyeleksi pemain. Kalau memang usia PON 22 tahun dan Porwil 21 tahun, alangkah baiknya pemain U-20 dilibatkan.

“Kita akan usulkan ada U-20 dalam tim. Ini untuk mengantisipasi pelaksanaan Porwil dan PON. Minimal seperti liga 4, ada pemain senior dalam tim. Hal ini juga sarana bagi pemain U-20 Sumbar yang selama ini minim mendapat wadah,” ujar Erwin yang dihubungi via ponselnya, Selasa (4/8/26).

Sementara PLT PSSI Kota Pariaman, Drs Eramus juga menyatakan, info yang didapat memang usia PON adalah 22 pemain. Ini juga sangat tepat bagi panitia Porprov menambah usia pemain.

“Kita berharap panitia bisa menyesuaikan usia pemain Porprov dengan usia pemain di PON. Kalau usia pemain PON 22 tahun secara otomatis usia Porprov tentu 20 tahun. Ini bisa juga sarana antisipasi bagi pemandu bakat. Kalau benar, PON usianya 22 tahun,”’terangnya. (sal)