Rangkuman Utama
  • DPRD Kota Padang menggelar Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 dengan mengusung tema "Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City" untuk mempromosikan warisan kuliner dan budaya ke kancah internasional.
  • Peringatan HJK menjadi momentum refleksi pascabencana banjir, yang menegaskan pentingnya prioritas penataan ruang berbasis risiko, pembenahan drainase, dan peningkatan ketahanan kota terhadap bencana.
  • Pemerintah Kota Padang menetapkan arah pembangunan strategis melalui RPJPD 2022–2045 dan RPJMD 2025–2029 berlandaskan filosofi ABS-SBK untuk mewujudkan Padang sebagai kota jasa, smart city, dan healthy city yang berkelanjutan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG— Nuansa adat dan khidmat menyelimuti Ruang Rapat Utama Gedung DPRD Kota Padang pada Jumat (7/8/2026). Balutan pakaian adat Taluak Balango berwarna hitam yang dikenakan para tamu pria serta keanggunan kebaya dan batik para tamu wanita mempertegas kekayaan budaya Minangkabau dalam Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357.

0e9577ca 7de0 4367 b8a3 e62787ce6c30
Ketua DPRD saat memberikan penghargaan di HJK.

Namun, di balik selebrasi usia yang kian matang ini, Sidang Paripurna Istimewa tersebut menjadi forum refleksi mendalam. Peringatan HJK tahun ini bergulir tepat setelah beberapa wilayah Kota Padang diterpa ujian bencana banjir, menjadikan agenda evaluasi kota dan penataan masa depan sebagai fokus utama perbincangan.

Rapat Paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, serta dihadiri oleh Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir. Jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sumatera Barat, tamu dari luar negeri, keluarga Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan, hingga para mantan Wali Kota Padang seperti Fauzi Bahar dan Hendri Septa turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.

44336ffa c1b2 4540 aaa8 b3e7359b4e84
Ketua DPRD bersama Walikota memasuki ruangan sidang Paripurna.

Dalam pidato pembukanya, Ketua DPRD Padang Muharlion mengingatkan kembali akar sejarah lahirnya Kota Padang. Tanggal 7 Agustus merujuk pada peristiwa heroik penyerangan benteng Belanda oleh masyarakat Minangkabau pada tahun 1669.

“Peringatan HJK Kota Padang ini mengenang peristiwa heroik masyarakat Minang menumbangkan benteng Belanda. Sejarah ini membuktikan kita sebagai tuan rumah yang sah dan bertekad kuat membangun Kota Padang,” tegas Muharlion.

d5f9c173 41bb 4977 8e10 1f1410172e5e
Anggota DPRD Padang saat mengikuti Rapat Paripurna HJK

Muharlion mengungkapkan bahwa peringatan tahun ini mengusung tema besar “Taste of Padang Experience 2026: Road to Gastronomy City”. Lewat tema ini, Padang bersiap melompat ke panggung internasional dengan menjadikan warisan kuliner dan kebudayaan sebagai identitas serta motor penggerak ekonomi warga.

DPRD Padang, lanjut Muharlion, memastikan diri siap mengawal visi besar ini melalui fungsi pengawasan, legislasi, dan penganggaran APBD yang pro-rakyat.

2962b237 9e5d 4a92 bf2a fa1d764c2d89
Ketua DPRD didampingi Pimpinan dewan bersama Walikota Padang.

Di tengah optimisme masa depan, Wali Kota Padang Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat membaca kondisi kota secara jujur. Bencana banjir yang sempat melanda beberapa titik di Padang beberapa hari lalu menjadi pengingat keras bahwa kemajuan kota harus berjalan seiring dengan ketahanan bencana.

Fadly menyampaikan apresiasi tinggi kepada BPBD, TNI, Polri, BNPB, tenaga kesehatan, relawan, hingga warga yang bahu-membahu dalam penanganan darurat pascabanjir.

14c1bf21 fefe 4de8 8c1a 59478d176dd7
Anggota DPRD Padang

“Peristiwa ini kembali mengingatkan kita bahwa ketangguhan kota tidak boleh berhenti sebagai rencana. Keselamatan masyarakat, pembenahan drainase dan sungai, perlindungan kawasan resapan, serta penataan ruang berbasis risiko bencana harus menjadi kerja nyata dan prioritas kita bersama,” ujar Fadly di hadapan peserta paripurna.

Menatap masa depan, Pemko Padang telah menyiapkan fondasi pembangunan yang kokoh tanpa menanggalkan identitas lokal. Filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tetap menjadi kompas utama agar kemajuan modern tidak menggerus nilai agama dan budaya.

1271c635 fc9b 42f3 8bc1 4aa5a9b44394
Para undangan yang menghadiri sidang Paripurna Istimewa HJK Padang

Arah pembangunan daerah dirancang secara sistematis melalui dua dokumen strategis RPJPD 2022–2045 dan RPJMD 2025–2029. Dimana RPJPD 2022–2045 menargetkan Padang sebagai kota jasa yang maju, berbudaya, dan berkelanjutan. Sedangkan, RPJMD 2025–2029 bakal mewujudkan Kota Padang sebagai smart city (kota pintar) dan healthy city (kota sehat) yang berlandaskan agama dan budaya.

Transformasi ekonomi Kota Padang ke depan akan ditopang oleh penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas SDM, pembukaan iklim investasi, pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penyediaan infrastruktur yang tangguh menghadapi tantangan iklim dan bencana. (**)