PADANG,NUSATIME-Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lubuk Kilangan beberapa waktu lalu memicu kerusakan infrastruktur dan sarana publik. Selain merobohkan bangunan bekas SDN 19 Baringin, pendangkalan dan kerusakan jaringan irigasi juga mengancam areal persawahan serta perikanan warga di kawasan Batu Gadang, Lubuk Sarik Padang Besi, Baringin, hingga Tarantang.
Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan Lubuk Kilangan bergerak cepat berkoordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumatera Barat serta Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Padang untuk melakukan normalisasi sungai.
Guna mempercepat proses pengerukan sedimentasi dan pemulihan irigasi, PSDA Provinsi Sumbar menerjunkan dua unit alat berat, sementara Dinas PU Kota Padang mengerahkan satu unit alat berat ke lokasi.
Camat Lubuk Kilangan, Nurul Widya Siska Usman, menegaskan bahwa langkah ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah dan warga setempat.
“Kami bersama RT, RW, LPM, dan tokoh masyarakat terus bergotong-royong mengawal penanganan pascabencana ini. Sinergi masyarakat bersama Pemerintah Kota Padang dan Provinsi Sumbar sangat krusial agar fungsi irigasi untuk sawah dan tambak perikanan warga dapat segera pulih,” ujar Nurul.

Ia menekankan bahwa normalisasi sungai sangat mendesak untuk menekan risiko banjir susulan, mencegah kerusakan yang lebih parah, serta menjaga keberlangsungan mata pencaharian masyarakat di sektor pertanian dan perikanan.
Pemerintah Kecamatan Lubuk Kilangan menargetkan pengerjaan normalisasi ini dapat tuntas dalam waktu dekat agar aktivitas ekonomi masyarakat kembali berjalan aman dan normal. (*)



Tinggalkan Balasan