PADANG, NUSATIME.ID – PSLA Sicincin U-17 sukses mengamankan satu tiket ke babak semifinal Piala Soeratin Sumbar meski harus bertekuk lutut 0-3 saat bersua PSP Padang pada laga pamungkas penyisihan Grup A di Stadion Utama Sumbar, Senin (31/8/2026).
Kepastian lolosnya PSLA tak lepas dari hasil laga lain di Lapangan Training SPFC. Pesaing terdekat mereka, Ricefield Town Solok, dipaksa menyerah 1-2 oleh Seven FC. Hasil tersebut membuat PSLA Sicincin tetap melaju ke fase gugur sebagai runner-up Grup A dengan koleksi 4 poin, mendampingi PSP Padang yang tampil sempurna melapu juara grup lewat raihan 9 poin.
“PSP dan PSLA menjadi wakil dari Grup A. PSP mengemas poin sempurna 9, sedangkan PSLA meraih 4 poin,” terang Match Commissioner (MO) Piala Soeratin Sumbar, Adril Mahaputra, seusai pertandingan.
Menghadapi PSP Padang yang tampil superior sejak awal turnamen, PSLA yang sadar kalah kelas memilih bermain pragmatis dengan menumpuk pemain di lini belakang. Sejak peluit awal dibunyikan, anak-anak Padang langsung mengambil inisiatif serangan dan mengurung pertahanan PSLA.
Strategi parkir bus yang diterapkan PSLA sempat membuat barisan depan PSP frustrasi. Namun, intensitas tekanan yang terus-menerus akhirnya membuahkan hasil jelang pertengahan babak pertama. Berawal dari skema serangan cepat yang memicu kemelut hebat di depan gawang PSLA, salah satu bek Sicincin yang panik justru melakukan antisipasi keliru hingga bola bersarang ke gawangnya sendiri. Gol bunuh diri tersebut mengubah skor menjadi 1-0 untuk PSP.

Mencoba merespons keunggulan lawan, PSLA memberanikan diri bermain lebih terbuka. Namun, transisi mereka berjalan lambat. Lini tengah PSP yang digalang dengan solid dengan mudah mematahkan setiap alur serangan PSLA sebelum masuk ke area berbahaya. PSP sejatinya memiliki beberapa peluang emas untuk memperlebar jarak, tetapi penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat skor 1-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pelatih PSLA mencoba merombak pola permainan untuk mengejar ketertinggalan. Kendati demikian, dominasi PSP Padang belum tergoyahkan. Alur bola masih sepenuhnya dikendalikan oleh tim Pandeka Mudo yang mengurung pertahanan Sicincin dari berbagai sisi.
Petaka bagi PSLA kembali hadir di menit-menit akhir laga. Manfaat stamina lawan yang kian mengendur, PSP melancarkan dua gelombang serangan mematikan yang sukses menembus jala gawang PSLA dalam kurun waktu berdekatan. Dua gol tambahan tersebut menutup laga dengan skor akhir 3-0 untuk kemenangan telak PSP.
Kendati menelan kekalahan melukai, Manajer PSLA Ferdiansyah tetap mengapresiasi daya juang para pemainnya di lapangan serta menyambut positif keberhasilan timnya menembus babak semifinal.
“Anak-anak sudah berjuang maksimal di lapangan. Hasil pertandingan hari ini tentu menjadi bahan evaluasi besar bagi tim pelatih untuk membenahi kekurangan sebelum kita tampil di laga semifinal nanti,” ungkap Ferdiansyah usai laga.
Di sisi lain, Manajer PSP Padang, Andi Nizar, mengaku cukup puas dengan konsistensi anak asuhnya yang mampu menyapu bersih seluruh laga penyisihan dengan kemenangan. Namun, ia menyisakan catatan kritis terkait ketajaman lini depan.
“Apresiasi tinggi untuk seluruh pemain atas kerja kerasnya. Tapi kami tetap wajib melakukan evaluasi, terutama di sektor penyelesaian akhir. Para pemain terlihat masih kurang tenang saat mengeksekusi peluang di dalam kotak penalti,” pungkas Andi. (sal)



Tinggalkan Balasan