PADANG, NUSATIME.ID – Dua nelayan asal Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Sumatera Barat, terombang-ambing di perairan Pulau Penyu usai kapal yang mereka tumpangi mengalami mati mesin sejak Senin (14/9/2026).
Menyikapi situasi tersebut, Kantor SAR Padang langsung mengerahkan KN SAR Yudhistira 227 untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan pada Rabu (16/9/2026) malam.
Sinyal darurat baru diterima Kantor SAR Padang dari salah seorang korban bernama Ijef melalui saluran telepon pada Rabu malam pukul 21.18 WIB.
Dalam laporan tersebut, Ijef (46) mengabarkan berada di atas kapal bersama rekannya, Mancung (60).
“Kapal yang ditumpangi keduanya dilaporkan mengalami kerusakan mesin sejak Senin (14/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB,” kata Kepala Kantor SAR Padang yang juga SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, Rabu malam.

Artinya, aksi penyelamatan dilakukan setelah kedua nelayan tersebut mengapung tanpa tenaga penggerak kapal selama kurang lebih dua hari.
Operasi pencarian difokuskan penuh pada titik koordinat yang dikirimkan korban di perairan Pesisir Selatan.
“Setelah informasi diterima, Kantor SAR Padang menyiapkan KN SAR Yudhistira 227 untuk bergerak menuju lokasi kejadian atau LKP. Kapal tersebut diberangkatkan pada Rabu (16/9/2026) pukul 21.36 WIB dengan membawa 17 orang personel atau POB. Lokasi kejadian diperkirakan berada pada koordinat 1°31’55,27″S 100°23’19,26″E,” katanya.
Tantangan Operasi Malam Hari
Perjalanan KN SAR Yudhistira dari pangkalan menuju Last Known Position (LKP) menempuh jarak sekitar 34 nautical mile (NM) dengan estimasi waktu tempuh sekitar tiga jam.
“Perjalanan menuju lokasi dilakukan pada malam hari. Salah satu faktor yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan operasi SAR adalah penerangan,” katanya.
Kendati dihadang minimnya pencahayaan malam, KN SAR Yudhistira 227 bersama 17 personel terlatih tetap membelah lautan menuju titik perkiraan untuk mengevakuasi kedua korban.
Dalam pergerakan ini, tim SAR menyiagakan perlengkapan khusus seperti Pal Air, Pal Medis, Pal Kom, serta berbagai sarana pendukung evakuasi lainnya.
Kantor SAR Padang yang bermarkas di Jalan By Pass KM 25, Kelurahan Batipuh Panjang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, terus memantau pergerakan tim.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi layanan nasional di 115, atau saluran resmi Kantor SAR Padang via telepon (0751) 484534 dan WhatsApp 0813-7700-0115.



Tinggalkan Balasan