PADANG, NUSATIME — Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung tahap awal rekonstruksi Stadion H. Agus Salim, Padang, Minggu (16/8/2026). Selain memastikan pembersihan kawasan (clearing) berjalan sesuai tenggat, Mahyeldi secara khusus meminta pihak pelaksana proyek, PT Adhi Karya, mempresentasikan rencana kerja teknis secara transparan.
Peninjauan tersebut dilakukan untuk mengawal kualitas fisik fasilitas olahraga utama di Sumbar itu sejak dini, mengingat kawasannya diproyeksikan untuk penggunaan jangka panjang dan bertaraf internasional.
Dalam peninjauannya didampingi Kadispora Sumbar Mahdianur, Mahyeldi menyampaikan bahwa pengerjaan tahap awal masih berjalan sesuai linimasa. Pembersihan kawasan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026 sebelum masuk ke tahap pembangunan fisik pada bulan berikutnya.
“Alhamdulillah, sesuai perencanaan. Mudah-mudahan akhir Agustus ini selesai untuk pembersihan dan clearing, sehingga September nanti mulai masuk tahap pembangunan,” ujar Mahyeldi.
Pemprov Sumbar menargetkan seluruh proses rekonstruksi kawasan Stadion H. Agus Salim rampung sepenuhnya pada akhir 2027, sehingga fasilitas ini siap dioperasikan secara penuh pada awal 2028.

Meski pengerjaan awal sudah berjalan, Mahyeldi mengungkap bahwa dirinya belum bertemu langsung dengan manajemen PT Adhi Karya selaku kontraktor pelaksana. Untuk itu, ia menginstruksikan Kadispora Sumbar segera memfasilitasi agenda pemaparan dari pihak kontraktor.
“Saya pribadi belum pernah bertemu dengan Adhi Karya yang membangun. Maka dari itu, melalui Pak Kadis, saya minta mereka mempresentasikan apa yang akan dilakukan di sana,” tegas Mahyeldi.
Menurutnya, pemaparan rencana kerja sangat krusial agar Pemprov Sumbar memiliki gambaran utuh, sekaligus dapat menyiapkan langkah antisipatif terkait potensi masalah teknis maupun penataan kawasan di lapangan.
Selain menyoroti kesiapan teknis, Mahyeldi mengingatkan agar proses rekonstruksi tidak mengabaikan denyut ekonomi masyarakat dan pedagang di sekitar kawasan stadion. Penataan kawasan diharapkan berjalan paralel dengan upaya menjaga kenyamanan serta aktivitas warga lokal.
Proyek perbaikan ini juga mendapat pengawalan dan dukungan dari anggota DPR RI, Andre Rosiade. Dengan lapangan sepak bola yang dirancang berstandar internasional, Stadion H. Agus Salim disiapkan untuk menyongsong berbagai agenda berskala global ke depan, termasuk potensi event internasional dan kegiatan Dunia Melayu pasca-2027.
“Yang kita harapkan bukan hanya pembangunannya selesai, tetapi hasilnya benar-benar baik dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Sumatera Barat,” pungkasnya. (sal/*)



Tinggalkan Balasan