PADANG, NUSATIME.ID — Penutupan tribun bagi kelompok suporter fanatik Semen Padang FC, Spartacks, berpeluang untuk dicabut. Syaratnya, pihak Spartacks bersedia mengakui kesalahan dan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Klub Semen Padang FC, Andre Rosiade, saat melakukan kunjungan kerja ke Sumatera Barat pada Senin (26/10/2026).
Andre menegaskan bahwa kebijakan penutupan tribun yang diambil manajemen bukan didasari oleh sikap alergi terhadap kritik. Langkah tegas ini terpaksa diterapkan menyusul aksi makian berlebihan di tribun stadion serta tindakan oknum yang melalukan pencegatan terhadap kendaraan pemain beserta keluarga usai pertandingan.
Selain mempersyaratkan permintaan maaf, Manajemen Semen Padang FC juga berencana menggelar dialog terbuka bersama perwakilan suporter usai pertandingan melawan Sumsel United untuk mencari titik temu dan menyelesaikan dinamika yang terjadi.
Di sisi lain, perwakilan Spartacks sebelumnya menyatakan akan tetap hadir di lingkungan Stadion Patriot pada 30 Oktober 2026 apabila belum ada kejelasan tertulis dari pihak klub. Spartacks berencana menggelar aksi damai di luar area stadion sebagai wujud komitmen dan rasa cinta mereka terhadap skuad Kabau Sirah.

Pihak Spartacks menegaskan bahwa aksi yang akan dilakukan mengedepankan ketertiban dan ketenteraman.
“Kehadiran tersebut bukan untuk mencari keributan atau memperpanjang konflik, melainkan untuk menegaskan bahwa dukungan kami kepada Kabau Sirah tetap berjalan. Kami akan menyampaikan aspirasi secara damai, tertib, dan bertanggung jawab,” tulis pernyataan resmi dari Spartacks.
Dengan adanya iktikad dialog dari manajemen dan komitmen aksi damai dari suporter, publik berharap komunikasi antara kedua belah pihak dapat kembali harmonis demi mendukung kiprah Semen Padang FC di kompetisi mendatang. (**)



Tinggalkan Balasan