PADANG, NUSATIME.ID — Menjelang laga pekan kedelapan Pegadaian Championship antara Semen Padang FC melawan Sumsel United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jumat (30/10/2026), kebijakan pembagian tiket gratis oleh Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Keluarga Minang (DPP IKM) kembali memicu perbincangan hangat. Di bawah kepemimpinan Andre Rosiade, langkah menggratiskan tiket bagi pendukung Kabau Sirah ini justru menuai gelombang kritik pedas dari warganet.
Kebijakan yang diumumkan melalui akun resmi klub @semenpadangfc.id tersebut diserbu ratusan komentar yang mempertanyakan efektivitas dukungan gratis di tengah performa kandang klub yang belum memuaskan.
Sejumlah suporter melontarkan kritik blak-blakan di kolom komentar. Akun atmaja.yuandamenuliskan sindiran keras agar tim lebih baik fokus bermain di kampung halaman sendiri daripada mengandalkan fasilitas tiket gratis di perantauan: “Dari pado tiket gratis taruih, rancak main dikampuang lai, babaliak raso mamiliki dan kecintaan k tim awak.”
Kritik senada juga disuarakan oleh akun sigebor yang menyoroti bahwa kehadiran penonton melalui tiket gratis tidak serta-merta sejalan dengan hasil positif di kandang. Warganet menilai manajemen dan pihak terkait seharusnya lebih mendengarkan evaluasi teknis ketimbang sekadar membagikan tiket cuma-cuma.
Kendati dihujani kritik, sebagian suporter lainnya tetap melihat kebijakan ini dari sudut pandang positif. Kalangan pendukung yang pro menilai langkah DPP IKM merupakan bentuk kepedulian nyata bagi perantau Minang agar tetap bisa memberikan dukungan moril langsung di stadion. Akun nagarautara mengingatkan agar suporter tetap objektif, bersyukur atas kepedulian yang ada, serta menghindari kritik yang bersifat personal agar tidak menjadi “racun” bagi mental tim.

Menanggapi berbagai spekulasi dan perdebatan panas di ruang digital, Ketua Umum DPP IKM sekaligus Presiden Klub Semen Padang, Andre Rosiade, memberikan respons tegas melalui akun terverifikasinya. Ia meluruskan bahwa pendanaan tiket gratis tersebut murni merupakan kebijakan organisasi tanpa melibatkan sumbangan pihak luar.
“Indak ado 1 rupiah pun pitih urang IKM ambo pakai untuk menggratiskan Tiket. Jadi indak ado Pengusaha yang menyumbang untuk Tiket Gratis. Itu murni Kebijakan ketum DPP IKM,”tegas Andre Rosiade.
Dinamika pro-kontra di ruang publik ini mencerminkan tingginya ekspektasi dan rasa memiliki dari suporter terhadap Kabau Sirah. Di satu sisi, fasilitas tiket gratis mempermudah kehadiran suporter di Stadion Patriot Bekasi; di sisi lain, kritik pedas dari netizen adalah bentuk desakan agar klub terus berbenah demi meraih kemenangan dan memperbaiki posisi di klasemen. (**)



Tinggalkan Balasan