PADANG, NUSATIME.ID – Antusiasme pembinaan sepak bola usia dini di Sumatera Barat mencatatkan rekor baru. Gelaran Liga TopSkor (LTS) Zona Sumatera Barat musim 2026/2027 mencatatkan lonjakan peserta yang signifikan, bahkan melampaui ekspektasi awal yang ditetapkan oleh panitia pelaksana.

Berdasarkan data resmi panitia, sebanyak 190 Sekolah Sepak Bola (SSB) dan akademi dipastikan ambil bagian dalam kompetisi berjenjang ini. Pembagian kompetisi akan tersebar di tiga zona wilayah guna menjangkau bakat-bakat muda hingga ke pelosok daerah.

Ketua Panitia LTS Sumbar, Renol “Palek” Fadli, mengungkapkan rasa terkejut sekaligus bangga atas tingginya animo klub-klub lokal. Pihaknya semula menetapkan target yang relatif moderat, yaitu 100 tim, dengan kuota ideal 14 tim pada setiap Kelompok Umur (KU). Namun, realitas di lapangan menunjukkan grafik pendaftaran yang melonjak drastis.

“Kami dari panitia sungguh tidak menyangka jumlah peserta membludak. Target awal kami hanya 100 peserta, tetapi yang terdaftar mencapai 190 peserta. Bahkan pada kelompok umur tertentu, ada yang pendaftarannya menembus hingga 30 SSB,” ujar Palek di Padang, Senin (26/10/2026).

Menurut Palek, lonjakan angka ini menjadi bukti konkret bahwa ekosistem sepak bola usia muda di Sumatera Barat semakin matang dan memahami pentingnya kompetisi yang terstruktur.

“Ini bukti para SSB sangat paham dengan tujuan dari LTS. Mereka butuh wadah kompetisi yang rutin dan berkualitas, bukan sekadar turnamen jangka pendek,” tambahnya.

Fenomena menarik pada LTS musim 2026/2027 ini adalah hadirnya gelombang SSB baru. Dari total 190 kontestan, sekitar 50 di antaranya merupakan peserta debutan yang belum pernah tampil pada edisi-edisi sebelumnya.

Kehadiran wajah-wajah baru ini menandakan berkembangnya kesadaran pembinaan sepak bola berjenjang di tingkat akar rumput (Grassroots), sekaligus menjadi sinyal positif bahwa investasi pada pembinaan usia dini kian meluas di Sumatera Barat.

Sejak pertama kali bergulir di tingkat nasional, Liga TopSkor telah mentransformasi lanskap pembinaan sepak bola Indonesia. Berbeda dari turnamen sistem gugur biasa, LTS mengusung format kompetisi penuh yang memberikan jam terbang (minute play) konsisten bagi para pemain muda.

Kompetisi LTS menitikberatkan pada tiga pilar utama, pemain diajarkan sportivitas, disiplin, dan rasa hormat kepada lawan serta wasit sejak usia dini. Format liga yang panjang menguji konsistensi, daya tahan fisik, serta kemampuan adaptasi taktik para pemain. LTS telah terbukti menjadi kawah candradimuka yang melahirkan banyak bakat nasional—seperti alumni-alumni LTS yang kini memperkuat Timnas Indonesia maupun berlaga di Liga 1.

Bagi Sumatera Barat, wilayah yang secara historis dikenal sebagai salah satu lumbung pesepak bola berbakat tanah air kehadiran LTS Sumbar 2026/2027 menjadi angin segar untuk memastikan mata rantai regenerasi talenta lokal terus berlanjut.

Menanggapi lonjakan peserta yang hampir mencapai dua kali lipat dari target awal, panitia pelaksana kini tengah mematangkan penyesuaian jadwal pertandingan, kesiapan perangkat pertandingan (wasit dan pengawas pertandingan), serta fasilitasi lapangan di ketiga zona agar seluruh laga dapat berjalan fair, aman, dan profesional.

Liga TopSkor Sumbar 2026/2027 dijadwalkan segera bergulir dalam waktu dekat, membawa harapan baru bagi ratusan anak muda Minangkabau untuk mengejar impian menjadi pesepak bola profesional di masa depan. (**)