PADANG, NUSATIME.ID— Manajemen Semen Padang FC secara terbuka mengakui bahwa posisi tim berjuluk Kabau Sirah di tabel klasemen sementara kompetisi saat ini menjadi sinyal “lampu kuning”. Raihan dua kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kekalahan dari enam laga awal dinilai belum sejalan dengan ambisi besar klub yang membidik papan atas.
Pernyataan tersebut ditegaskan oleh Manajer Tim sekaligus Chief Operating Officer (COO) Semen Padang FC, Braditi Moulevey, bersama Asisten Manajer Wahyu Hidayat, dalam perbincangan di kanal Podcast Classy Media.
Dalam diskusi tersebut, dinamika performa Kabau Sirah mendapat sorotan kritis dari pengamat sepak bola, Rakhmatur Akbar. Sejumlah catatan teknis mendasar dilayangkan terkait performa tim yang dinilai belum optimal, padahal didukung masa persiapan yang relatif panjang dan deretan materi pemain berkualitas.
Sorotan utama tertuju pada minimnya shots on target (tembakan tepat sasaran) ke gawang lawan. Berdasarkan catatan statistik pertandingan, skema penyerangan Kabau Sirah kerap terhenti di sepertiga akhir lapangan akibat minimnya variasi dan kreativitas skema serangan.
Selain masalah efektivitas lini depan, ketahanan fisik (stamina) para pemain juga menjadi titik lemah yang kerap terlihat saat laga memasuki menit ke-65 ke atas. Tak hanya itu, belum ditemukannya kerangka formasi baku hingga pekan keenam turut dipertanyakan secara kritis.

Menanggapi rentetan evaluasi tersebut, Braditi Moulevey tidak menampik bahwa torehan poin saat ini belum memenuhi ekspektasi manajemen maupun publik pendukung.
“Dari hasil yang telah dilalui, ini merupakan sinyal lampu kuning bagi kita. Ke depan tim harus lebih berhati-hati, jangan sampai kehilangan poin lagi pada pertandingan-pertandingan selanjutnya,” ujar Braditi.
Ia menegaskan, jajaran pelatih dan pemain telah diinstruksikan untuk segera bangkit dan meminimalisir kesalahan mendasar pada laga-laga berikutnya.
Terkait komposisi skuad, pihak manajemen memberikan klarifikasi mengenai proses rekrutmen 35 pemain yang terdaftar musim ini. Manajemen menegaskan bahwa seluruh pemilihan pemain sepenuhnya merupakan wewenang dan rekomendasi teknis dari tim kepelatihan terdahulu, tanpa ada intervensi maupun pemain titipan.
“Seluruh ranah teknis kami serahkan kepada tim kepelatihan. Perekrutan pemain murni murni pilihan skuad pelatih, tidak ada campur tangan manajemen,” tegas Asisten Manajer Wahyu Hidayat.
Manajemen juga mengklaim telah mengalokasikan dukungan anggaran maksimal sejak fase pra-musim. Langkah tersebut diwujudkan melalui program pemusatan latihan (training center) berdurasi panjang hingga penyelenggaraan laga uji coba melawan tim-tim papan atas, seperti Persija Jakarta.
Kendati demikian, klaim kesiapan pra-musim tersebut tak lepas dari analisis kritis pengamat. Kebijakan menguji kekuatan tim secara langsung melawan klub raksasa di awal pembentukan skuad dinilai memiliki risiko teknis dan psikologis.
Secara metodologi penyusunan tim yang berjenjang, tahapan uji coba idealnya dirancang secara bertahap dimulai dari lawan bertipikal level bawah, meningkat ke level menengah, sebelum akhirnya menguji kekuatan melawan tim selevel atau papan atas.
Langkah yang dinilai melompati tahapan penguatan kerangka tim ini dipandang menjadi salah satu faktor belum padunya kerangka taktik serta ritme permainan Kabau Sirah di kompetisi resmi.
Sebagai respons atas evaluasi menyeluruh tersebut, manajemen bersama tim pelatih terus melakukan pembenahan aspek taktikal dan kondisi fisik. Kehadiran staf pelatih fisik tambahan diharapkan mampu mendongkrak daya tahan bertanding pemain hingga peluit akhir dinyalakan.
Meskipun masih tertinggal dalam perolehan poin, manajemen optimistis perjalanan kompetisi yang masih panjang memberi ruang bagi tim untuk bangkit. Dengan konsistensi evaluasi teknis serta dukungan publik, Semen Padang FC diharapkan mampu segera menemukan kembali momentum kemenangan. (**)



Tinggalkan Balasan