- Komite Disiplin menjatuhkan akumulasi sanksi denda sebesar Rp75 juta kepada Semen Padang FC akibat serangkaian pelanggaran saat menjamu PSMS Medan pada lanjutan Pegadaian Championship.
- Sanksi tersebut mencakup denda atas perolehan lima kartu kuning pemain, skorsing empat laga beserta denda untuk ofisial tim yang melontarkan kata-kata tidak pantas, serta kelalaian teknis terkait seragam penjaga gawang.
- Manajemen Semen Padang FC menyatakan menerima seluruh keputusan tersebut dan menjadikannya bahan evaluasi internal menyeluruh guna meningkatkan kedisiplinan serta profesionalisme tim.
PADANG, NUSATIME.ID— Nasib kurang beruntung harus diterima tim Semen Padang FC dalam lanjutan kompetisi Pegadaian Championship 2026-27. Selain gagal memetik poin sempurna saat menjamu PSMS Medan pada laga yang digelar di Stadion Patriot Bekasi pada 17 Oktober 2026 lalu, tim berjuluk Kabau Sirah ini juga dijatuhi serangkaian sanksi denda finansial dan sanksi disiplin akibat ulah serta kelalaian dalam pertandingan tersebut.
Berdasarkan keputusan komite disiplin, Semen Padang dijatuhi serangkaian denda yang jika ditotal mencapai puluhan juta rupiah atas beberapa pelanggaran berbeda dalam satu pertandingan.
Tim Semen Padang dijatuhi sanksi denda sebesar Rp25.000.000,- lantaran dinilai gagal menjaga kedisiplinan para anggotanya di lapangan. Tercatat sebanyak lima pemain Semen Padang diganjar kartu kuning oleh wasit dalam laga sengit tersebut.
Kondisi semakin diperparah oleh aksi tidak terpuji dari salah satu ofisial tim, Sdr. Muh Akmal Almy M.Or. Ia terbukti melakukan protes berlebihan serta melontarkan kata-kata tidak pantas kepada perangkat pertandingan. Atas tindakan tersebut, yang bersangkutan dijatuhi hukuman kartu merah langsung, sanksi denda sebesar Rp25.000.000,-, serta tambahan hukuman larangan mendampingi tim Semen Padang sebanyak 4 pertandingan.
Tak hanya aspek kedisiplinan dan perilaku di pinggir lapangan, kelalaian teknis juga menjadi sorotan. Tim Semen Padang dikenakan sanksi denda tambahan sebesar Rp25.000.000,-karena kedapatan tidak menggunakan seragam penjaga gawang tanpa nomor saat pertandingan berlangsung.

Rangkaian sanksi denda dengan nilai akumulasi mencapai Rp75.000.000,- ini tentunya menjadi pukulan telak bagi manajemen Semen Padang. Selain merugikan dari segi finansial, rentetan sanksi ini menjadi catatan koreksi mendalam terkait kontrol emosi para pemain dan ofisial, serta kedisiplinan kelengkapan regulasi tim di lapangan.
Menanggapi rentetan sanksi tersebut, manajemen Semen Padang FC menyatakan menerima keputusan komite disiplin sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan para pendukung setia.
“Kami menghormati seluruh Keputusan Komite Disiplin dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi internal yang sangat serius. Kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh elemen tim, baik pemain maupun staf ofisial, agar lebih matang dalam mengontrol emosi dan lebih teliti terkait aturan teknis pertandingan di masa mendatang,” ujar perwakilan Manajemen Semen Padang FC.
Rentetan sanksi ini tak pelak memicu reaksi dari kalangan pendukung setia Semen Padang FC. Salah seorang pendukung, Adril, menyuarakan keprihatinannya dan menilai bahwa sanksi denda bertubi-tubi ini harus menjadi tamparan keras sekaligus bentuk teguran tegas bagi manajemen serta seluruh elemen tim.
“Sanksi ini adalah bentuk teguran keras untuk manajemen dan tim. Industri sepak bola profesional itu diikat oleh banyak aturan ketat yang wajib dipatuhi, mulai dari kedisiplinan pemain, emosi ofisial, sampai hal teknis seperti kostum. Jangan sampai kelalaian dan emosi sesaat justru merugikan tim, baik secara finansial maupun performa di lapangan,” tegas Adril.
Sikap kritis dari pendukung seperti Adril menegaskan harapan besar publik agar Semen Padang FC bisa segera berbenah dan mengedepankan profesionalisme di setiap laga mendatang. (**)



Tinggalkan Balasan