PADANG, NUSATIME.ID — Badai cedera tampaknya belum berhenti menaungi Semen Padang FC dalam mengarungi kompetisi Pegadaian Championship. Usai penjaga gawang utama, Ikram Alqifari, mengalami cedera pada menit-menit akhir pertandingan saat berhadapan dengan PSMS Medan, kini kabar kurang sedap kembali datang dari kiper pelapis, Diki Indriyana (Diki Yusron).

Sinyal cedera kiper kedua Kabau Sirah tersebut mengemuka melalui unggahan di cerita pendek (story) akun Instagram pribadinya. Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi maupun pernyataan resmi dari pihak manajemen Semen Padang FC, baik keterangan jajaran pelatih secara langsung maupun publikasi di akun resmi tim, ⁠@semenpadangfcid⁠, yang biasa menjadi rujukan utama perkembangan tim.

Simbiosis rumor dan kegelisahan pendukung pun merebak di media sosial. Akun penggemar ⁠@424_spfc⁠ memuat unggahan yang menyoroti situasi krisis di bawah mistar gawang tersebut.

“Lekas pulih benteng-benteng Kabau Sirah,” tulis akun ⁠@424_spfc⁠. Dalam keterangannya, akun tersebut menjelaskan bahwa Ikram cedera di laga versus PSMS Medan, sementara Diki harus beristirahat sejenak berdasarkan unggahan pribadinya.

Unggahan tersebut merincikan bahwa Semen Padang FC kini praktis menyisakan dua opsi penjaga gawang yang siap diturunkan, yakni Mulyadi Rani, kiper muda yang sebelumnya membela EPA Sumsel United serta Iqbal Bachtiar, penjaga gawang yang telah menjadi bagian dari skuad Kabau Sirah sejak musim lalu.

Sontak, kabar krisis kiper ini memantik beragam reaksi dari kalangan pendukung setia di kolom komentar. Akun ⁠@bang_dick⁠ menyuarakan kekecewaannya dengan menuliskan, “Tabali pemain cedera Semen Padang FC.”

Komentar tersebut langsung memicu diskusi interaktif. Akun ⁠@zeyn.1971⁠ membalas dengan menekankan aspek teknis perekrutan, “Pemilihan pemain bukannya rekomendasi dari pelatih, karena dia yang tahu kebutuhan.”

Sementara itu, akun ⁠@iqbal_saputraa25⁠ mencoba bersikap realistis terkait kronologi cedera para pemain. “Ikram cedera saat pertandingan dan Diki bisa jadi saat latihan cederanya,”tulisnya meluruskan.

Kepanikan suporter cukup beralasan mengingat performa tim yang belum stabil. Pemilik akun ⁠@reapppp_⁠ menuliskan kegelisahannya dalam bahasa Minang: “Baa lai ko, dari bawah sampai ateh mandul, kiper yang mantap cedera lo, kini baharok kun fayakun se lai“(Bagaimana lagi ini, dari lini belakang sampai depan tumpul, kiper yang bagus malah cedera juga, sekarang tinggal berharap mukjizat saja).

Kondisi pincang ini memperberat langkah Semen Padang FC yang dijadwalkan melakoni laga tandang krusial menghadapi Persiku Kudus pada Sabtu (24/10/2026) mendatang.

Dua penjaga gawang yang tersisa, Mulyadi Rani dan Iqbal Bachtiar, tercatat belum pernah menguji ketangguhannya secara reguler dalam enam laga yang telah dilakoni Kabau Sirah musim ini. Situasi ini dinilai menjadi ujian berat bagi jajaran pelatih dalam meramu komposisi lini pertahanan.

“Cederanya dua penjaga gawang ini menjadi PR besar bagi jajaran pelatih. Mereka harus mampu meramu tim, terutama di sektor pertahanan, karena dua penjaga gawang yang tersisa belum teruji di enam laga yang telah dimainkan Semen Padang,” ujar Lery, salah seorang pendukung setia Semen Padang di Padang, Rabu (21/10/2026).

Harapan serupa diapungkan Andi, pendukung asal Pariaman. Ia berharap proses pemulihan berjalan cepat sebelum tim bertolak ke markas Persiku Kudus.

“Kita tentu berharap jelang laga tanggal 24 Oktober mendatang, salah satu atau kedua kiper utama ini bisa kembali pulih dan siap tampil. Namun jika belum memungkinkan, pelatih harus berani memberikan kepercayaan penuh kepada kiper yang siap,” ungkap Andi.

Ujian mental dan taktik kini berada di pundak jajaran pelatih Semen Padang FC. Di tengah impitan krisis penjaga gawang dan tekanan publik, mampukah tim berjuluk Kabau Sirah bangkit dan mencuri poin penuh di markas Persiku Kudus? Kepastiannya akan teruji di lapangan hijau akhir pekan ini. (**)