PADANG, NUSATIME.ID — Awan mendung belum jua beranjak dari markas Semen Padang FC. Di tengah perjuangan bangkit dari rentetan hasil yang belum maksimal, skuad Kabau Sirah kini dihadapkan pada kabar buruk dari sektor pertahanan. Kiper andalan mereka, Ikram Algiffari, terancam absen usai mengalami cedera serius saat bentrok sengit melawan PSMS Medan.

Sosok yang konsisten menjadi palang pintu terakhir dalam enam laga awal Pengadaian Championship tersebut ditandu keluar lapangan pada masa injury time akibat masalah di bagian lutut. Benturan keras dalam detik-detik krusial pertandingan memaksa mantan kiper Timnas U-19 itu mengakhiri laga lebih cepat.

Publik dan jajaran pelatih kini berada dalam masa penantian cemas. Kepastian mengenai seberapa parah cedera yang dialami pemain jebolan SSB Remaja Tarusan Pesisir Selatan, PSP Yunior, dan PPLP Sumbar itu sangat bergantung pada hasil Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Senin (19/10/2026) ini hasil MRI keluar. Mudah-mudahan tidak parah. Mohon doanya dari seluruh masyarakat dan pendukung,” ungkap Ikram saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (19/10/2026).

Jika hasil pemeriksaan medis menunjukkan cedera yang mengkhawatirkan, hal ini dipastikan menjadi pukulan telak bagi Semen Padang FC. Saat ini, tim kebanggaan Urang Awak tersebut sedang berjuang keras memangkas jarak demi merangsek ke papan atas klasemen Grup Barat.

Peran Ikram di bawah mistar gawang sejauh ini nyaris tak tergantikan. Dalam enam pertandingan resmi yang telah dilakoni, pemain muda berbakat ini selalu dipercaya sebagai pilihan utama. Ketenangan, refleks, serta keberaniannya mematahkan sejumlah peluang emas lawan berulang kali menyelamatkan tim dari kekalahan yang lebih menyakitkan.

Kecemasan atas kondisi Ikram juga dirasakan langsung oleh kalangan suporter. Andi, salah seorang pendukung setia Semen Padang FC di Padang, menilai kontribusi sang penjaga gawang sangat vital dalam menjaga asa tim.

“Kalau tidak ada Ikram, mungkin Semen Padang sudah menelan kekalahan dengan skor besar di beberapa laga terakhir. Cederanya Ikram membuat tim harus segera bersiap dan waspada. Apalagi, tiga penjaga gawang pelapis yang ada saat ini relatif belum teruji di laga-laga krusial,” ujar Andi, Senin (19/10/2026).

Senada dengan Andi, Lery, pendukung Kabau Sirah lainnya, juga berharap cedera yang menimpa kiper utamanya tersebut tidak memakan waktu pemulihan yang lama.

“Kita semua berharap cederanya tidak parah. Ikram adalah benteng terakhir penyelamat jala Semen Padang dalam enam laga yang sudah dilalui. Kehadirannya memberikan rasa aman di lini belakang,” kata Lery.

Kini, keputusan dan langkah antisipasi berada di tangan tim pelatih. Sembari menunggu keajaiban dari hasil medis Ikram, Semen Padang FC dituntut bergerak cepat mempersiapkan kedalaman skuad di posisi penjaga gawang agar ritme perjuangan menembus papan atas klasemen tidak terganggu. (**)