Rangkuman Utama
  • Sekretaris Umum PSSI Kota Padang periode 2023–2027, Masrial Ujang, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu (17/10/2026) karena padatnya kesibukan pekerjaan profesional.
  • Masrial membantah spekulasi publik yang mengaitkan keputusannya dengan kegagalan tim sepak bola Kota Padang merebut medali emas pada ajang Porprov Sumbar.
  • PSSI Kota Padang harus segera menunjuk figur pengganti untuk mengisi posisi strategis Sekretaris Umum guna menjaga kelangsungan administrasi dan pembinaan sepak bola daerah.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG, NUSATIME.ID — Kabar mengejutkan datang dari kancah sepak bola Kota Padang. Di tengah dinamika pembinaan olahraga daerah, Sekretaris Umum PSSI Padang periode 2023–2027, Masrial Ujang, secara resmi menyatakan pengunduran dirinya dari struktur kepengurusan pada Sabtu (17/10/2026).

Keputusan tersebut ia ambil lantaran padatnya rutinitas pekerjaan profesional yang menyita waktu, sehingga dikhawatirkan mengganggu efektivitas roda organisasi.

“Kurangnya waktu untuk mengurus organisasi karena kesibukan pekerjaan, maka saya memutuskan meletakkan jabatan sebagai Sekretaris Umum PSSI Padang. Kalau saya paksakan bertahan, saya tidak bisa membagi waktu dengan maksimal,” ujar Masrial Ujang saat dikonfirmasi di Padang, Sabtu.

Langkah mendadak Masrial Ujang ini tak pelak memantik ragam spekulasi di kalangan pencinta sepak bola Ranah Minang. Di tingkat akar rumput, berhembus kabar bahwa pengunduran diri ini berkaitan erat dengan kegagalan tim sepak bola Kota Padang meraup medali emas pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar baru-baru ini.

Sebelum ajang bergengsi tingkat provinsi itu bergulir, sempat beredar kabar bahwa Masrial mempertaruhkan jabatannya dan siap mundur apabila Kontingen Padang gagal membawa pulang medali emas.

Namun, saat dikonfirmasi lebih jauh mengenai keterkaitan rumor Porprov tersebut, Masrial tegas membantahnya. Ia menegaskan bahwa keputusan mundur murni didasari atas prioritas karier serta pertimbangan profesionalitas, bukan karena tekanan hasil pertandingan.

“Tidak lah, (bukan karena Porprov). Saya mundur murni karena ingin fokus mengurus pekerjaan. Saat ini waktu saya sangat terbatas. Agar organisasi tetap berjalan optimal, tentu butuh figur yang punya waktu luang lebih,” tegasnya meyakinkan.

Pengunduran diri ini menuntut PSSI Kota Padang untuk segera mengambil langkah strategis guna mengisi kekosongan posisi Sekretaris Umum. Posisi ini terbilang krusial karena mengendalikan roda administrasi, koordinasi kompetisi lokal, hingga pembinaan usia dini di Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat tersebut.

Mundurnya Masrial Ujang sekaligus menjadi dinamika penting bagi perjalanan PSSI Padang dalam merestrukturisasi manajemen internal demi menjaga stabilitas pembinaan sepak bola daerah ke depan. (**)