PADANG, NUSATIME.ID — Pendekatan santunan bagi anak yatim dinilai perlu mengalami pergeseran paradigma dari sekadar bantuan material menjadi pendampingan karakter secara berkelanjutan. Langkah inilah yang tengah diterapkan oleh Yayasan Berkah Amal Salih (YBAS) melalui program rutin Jumat Berkah Berbagi (JBB) di Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.
Dalam setiap pelaksanaannya, YBAS tidak hanya menyalurkan paket makanan dan bantuan dana bagi anak yatim dan kurang mampu, tetapi juga mewajibkan anak-anak binaan untuk melaksanakan shalat Ashar berjamaah di masjid serta mengikuti kegiatan pembinaan akhlak.
Pembina YBAS, Saribulih, menegaskan bahwa bantuan fisik tanpa diimbangi pendampingan mental dan keagamaan tidak akan cukup untuk menyiapkan masa depan anak-anak binaan.
“Kepedulian sejati tidak berhenti pada memberi santunan. Anak-anak yatim membutuhkan keteladanan, pembiasaan ibadah, dan pembinaan karakter agar memiliki kedisiplinan serta akhlak mulia dalam menghadapi masa depan,” ujar Saribulih di Sekretariat YBAS, Perum Mitra Utama 2 Banuaran, Jumat.
Langkah pembiasaan ibadah dan mendekatkan anak-anak dengan masjid ini juga dirancang untuk mensinergikan gerakan masyarakat dengan program unggulan Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, yakni Smart Surau.

Ketua YBAS, Zetri Murni, S.S., menjelaskan bahwa penguatan nilai-nilai keagamaan sejak dini merupakan fondasi utama dalam membentengi generasi muda dari potensi pekat (penyakit masyarakat) dan kenakalan remaja.
“Melalui program JBB, kami ingin memastikan bahwa fungsi surau dan masjid benar-benar kembali menjadi pusat pembinaan karakter anak. Hal ini sejalan dengan visi Smart Surauyang diusung Pemko Padang,” kata Zetri.
Pelaksanaan program ini turut mendapat pengawalan dan dukungan langsung dari aparat kepolisian setempat. Bhabinkamtibmas Kelurahan Banuaran Nan XX, Aipda Dian Wihendro Ratno, tampak hadir memberikan pendampingan dan edukasi ketertiban saat anak-anak berkumpul mengikuti rangkaian kegiatan ibadah.
Keberlanjutan program JBB ini terus ditopang oleh partisipasi donatur dan relawan lokal yang secara konsisten menyalurkan bantuan berupa makanan, konsumsi, maupun dukungan operasional kegiatan. YBAS berharap pola pembinaan terpadu yang memadukan bantuan sosial dan pendidikan karakter dapat menjadi rujukan dalam pengelolaan panti maupun yayasan amaliyah lainnya di Kota Padang. (*)



Tinggalkan Balasan