PADANG, NUSATIME.ID — Tekanan publik terhadap jajaran pelatih dan skuad Semen Padang FC telah mencapai titik nadir jelang laga lanjutan pekan ke-7 Liga 2 Indonesia. Bertandang ke Stadion Sultan Agung, Bantul, untuk menghadapi Persiku Kudus pada Sabtu (24/10), Kabau Sirah tidak hanya bertarung memperebutkan tiga poin di papan klasemen, melainkan juga mempertaruhkan sisa kepercayaan dari pendukungnya sendiri. 

Sinyal krisis kepercayaan tersebut terlihat jelas di ranah digital. Alih-alih direspon dengan dukungan hangat, unggahan promosi laga bertajuk “Next up: Persiku!” di akun Instagram resmi ⁠@semenpadangfcid⁠ justru panen kritik keras dan gelombang skeptisisme dari warganet. 

Sentimen negatif suporter tidak muncul tanpa alasan. Rekam jejak performa tim yang belum stabil memicu kekhawatiran besar bahwa Semen Padang FC akan kembali tergelincir saat bersua tim yang secara di atas kertas dinilai kurang diunggulkan. 

Sorotan tajam tertuju pada racikan strategi dan keputusan rotasi pemain di lini depan. Salah seorang pendukung melalui akun ⁠@donigumara17⁠ melayangkan kritik terbuka terkait komposisi starting eleven.

“Wajib menang, tolong Spaso sama Lilipaly mainkan di menit 70 aja coach, Irvan Mofo, Kasim Botan, M Rahmat mainkan dulu @stefanocugurra…”

Nada skeptis serupa diuraikan oleh akun ⁠@imam__fm⁠ yang mengungkit trauma kekalahan masa lalu akibat meremehkan tim lawan:

“Agak ragu yo, walaupun Persiku jadi lumbung gol di grup barat. Ragu antara bisa imbang atau kalah. Lah pengalaman di Liga 1 kapatang, samo-samo engak jo PSBS Biak, eh kalah juo dek PSBS…”

Keresahan publik Ranah Minang kian memuncak hingga melahirkan ultimatum tegas. Bagi suporter, laga melawan Persiku adalah batas toleransi terakhir. Hasil imbang apalagi kekalahan dianggap sebagai kegagalan fatal yang tidak lagi terampuni. 

Akun ⁠@jusatia⁠ menegaskan bahwa kemenangan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.

“Jangan Sampai Seri, Jika Seri Sama Kalian Kasih Harapan Sama Kudus Untuk Bernafas Kembali, Apalagi Kalah. Wajib 3 Point Di Bantul Ranah Minang Harga Mati…”

Sementara itu, gelombang desakan agar jajaran pelatih angkat kaki mulai disuarakan secara terbuka. Akun ⁠@frzlfrzi⁠ menuliskan ancaman singkat: “Kalau SERI. TECO OUTTT”, disusul sindiran tajam dari ⁠@hardaaa33_⁠ yang mengaku muak dengan performa tim. 

Laga di Bantul Sabtu nanti menjadi ajang pembuktian paling krusial bagi manajemen dan tim pelatih Semen Padang FC. Apakah skuad Kabau Sirah mampu menjadikan tekanan publik sebagai bahan bakar untuk bangkit, atau justru makin tenggelam di bawah bayang-bayang ekspektasi suporter yang kian meninggi? 

Jawaban atas komitmen, taktik, dan harga diri klub tersebut akan teruji sepenuhnya di atas rumput hijau.  (**)