PADANG, NUSATIME.ID — Janji mengembalikan uang justru berubah menjadi jebakan transaksi puluhan juta rupiah. Drs. H. Marlis, MM, C.Med., mengungkap dugaan percobaan penipuan oleh pihak yang mengatasnamakan “Customer Service Support Center BCA Padang”, Kamis (22/10/2026).

951260 100kb 2

 

Menggunakan nomor 082320030929, pihak tersebut disebut menawarkan bantuan pengembalian dana salah transfer melalui Virtual Account BCA sebesar Rp5.560.000. Namun, dalam prosesnya, Marlis justru diarahkan melakukan transaksi Rp46.717.000 ke nomor virtual account yang tidak dikenalnya.

Mengaku Membantu, Mengarahkan Transfer

Menurut Marlis, seorang pria melayani percakapannya dengan gaya bicara meyakinkan, kemudian memandunya menjalankan sejumlah langkah di aplikasi m-BCA. Kejanggalan terbongkar ketika layar menampilkan nominal transaksi yang jauh melampaui dana yang hendak diurus pengembaliannya.

“Saya ingin mengurus pengembalian Rp5.560.000. Tetapi, di layar justru muncul Rp46.717.000 dengan nomor virtual account yang tidak saya kenal. Saya langsung membatalkan transaksi,” tegas Marlis.

Pembatalan tersebut, menurut keterangannya, mencegah dana Rp46.717.000 terkirim. Meski demikian, pihak yang mengaku petugas layanan itu terus membujuknya mengulang proses.

“Saya sudah mengetahui ada modus penipuan. Namun, orang itu masih terus membujuk agar saya mengulangi langkah-langkahnya,” ujarnya.

Rangkaian tindakan tersebut memperlihatkan dugaan jebakan: kebutuhan nasabah untuk mendapatkan kembali uangnya dimanfaatkan untuk menggiringnya menyetujui pembayaran lain.

Logo Bank Dijadikan Pemancing Kepercayaan

Tangkapan layar yang disampaikan Marlis memperlihatkan halaman berlabel “Berita Desa Tarempa Selatan”, berisi logo BCA, nomor 082320030929, serta tulisan “Kantor BCA KCU PADANG” lengkap dengan alamat kantor.

Tampilan semacam ini berpotensi membuat masyarakat mengira sedang berhubungan dengan layanan bank yang sah. Padahal, logo dan alamat yang dicantumkan pada suatu halaman bukan bukti keaslian layanan.

BCA telah memperingatkan adanya nomor layanan palsu yang dipasang pada situs instansi untuk mengelabui masyarakat. Bank tersebut meminta nasabah memverifikasi informasi kontak melalui situs resminya. Peringatan ini bersifat umum, bukan konfirmasi khusus atas kejadian yang dialami Marlis.

Nomor dan Virtual Account Perlu Ditelusuri

Dugaan percobaan penipuan ini perlu mendapat perhatian aparat penegak hukum. Nomor telepon, virtual account tujuan, jejak komunikasi, dan halaman yang mencantumkan identitas bank merupakan petunjuk penting untuk ditelusuri. Batalnya transaksi tidak menghilangkan pentingnya pengungkapan dugaan perbuatan tersebut.

Identitas pengguna nomor, pengendali virtual account, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain masih harus dibuktikan melalui penyelidikan. Belum ada dasar terverifikasi untuk memastikan jumlah pelaku maupun keberadaan jaringan terorganisasi.

Marlis mengingatkan masyarakat agar tidak menyerahkan kepercayaan hanya karena seseorang mengaku petugas bank dan berbicara meyakinkan.

“Harus hati-hati menyampaikan laporan kepada bank. Gunakan saluran resmi. Jangan sampai niat mengurus uang yang salah transfer justru membuat uang lainnya ikut hilang,” pesannya.