PADANG, NUSATIME.ID — Penyelenggaraan kompetisi usia muda berjenjang paling bergengsi, Liga TopSkor (LTS) Sumbar musim 2026/2027, memasuki fase krusial. Seluruh tim peserta diimbau untuk segera merampungkan kelengkapan administrasi pemain agar dapat terintegrasi langsung ke dalam sistem online pusat.
Ketua Panitia LTS Sumbar, Renol “Palek” Fadli, menegaskan bahwa kelengkapan dokumen administratif ini bersifat mutlak dan wajib dipenuhi oleh setiap calon peserta. Tanpa kelengkapan tersebut, data pemain mustahil diunggah (upload) ke dalam sistem resmi panitia pusat.
“Kelengkapan administrasi ini wajib dipenuhi oleh calon peserta. Kalau tidak melengkapi, tentu tidak bisa di-upload ke sistem,” ujar Renol di Padang, Minggu (25/10/26).
Pihak panitia penyelenggara secara khusus mengingatkan seluruh manajer tim dan ofisial peserta agar bergerak cepat. Imbauan ini berfokus pada penyusunan Buku Pemain yang memuat data valid dari seluruh atlet muda yang akan berlaga di kancah Liga TopSkor 2027.
Adapun dokumen persyaratan krusial yang wajib dilampirkan, Nomor Induk Siswa Nasional (NISN), Akta Kelahiran, Kartu Keluarga (KK), Rapor Sekolah.

Panitia mengharapkan setiap tim teliti dalam memastikan keabsahan berkas. Dokumen setiap pemain harus lengkap, terbaca dengan jelas, serta sesuai dengan identitas riil di lapangan demi menjamin kelancaran proses verifikasi data.
Lebih dari sekadar formalitas birokrasi, pengetatan verifikasi berkas ini merupakan wujud komitmen serius Liga TopSkor Sumbar dalam menegakkan sportivitas dan asas fair play. Tertib administrasi, yang digaungkan musim ini, dipatok sebagai benteng utama untuk menutup total ruang bagi praktik pencurian umur (age cheating) yang kerap mencederai esensi pembinaan usia dini.
Pencurian umur bukan hanya pelanggaran administratif, tetapi juga kejahatan moral yang merampas hak anak-anak seusianya untuk berkompetisi secara jujur. Melalui verifikasi berlapis berbasis dokumen resmi negara dan institusi pendidikan., seperti Akta Kelahiran, NISN, dan Rapor, panitia ingin memastikan bahwa setiap keringat dan perjuangan di atas lapangan hijau lahir dari kompetisi yang murni dan sehat.
Langkah preventif ini diharapkan menjadi standar profesionalisme baru bagi tata kelola kompetisi sepak bola usia muda di Sumatera Barat. Dengan sinergi yang baik antara panitia dan manajemen tim, Liga TopSkor Sumbar 2026/2027 optimis mampu melahirkan bibit-bibit pemain masa depan Indonesia yang tidak hanya berprestasi secara teknik, tetapi juga memiliki integritas tinggi. (**)



Tinggalkan Balasan