PASAMAN, NUSATIME.ID — Kawasan wisata edukasi kebanggaan Kabupaten Pasaman kembali berduka. Aset penting berupa komponen pendingin ruangan (AC) hingga instalasi kabel di gedung Planetarium Equator Bonjol, yang terletak di Nagari Ganggo Hilia, Kecamatan Bonjol, Kabupaten Pasaman, raib dicuri. Total kerugian materiel akibat aksi pencurian ini ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kasus pencurian dengan pemberatan ini baru terungkap pada Senin (19/10/2026) siang, saat jajaran pegawai dari Dinas Pariwisata, Pemuda, Olahraga, dan Kebudayaan (Disparpora) Kabupaten Pasaman mendatangi lokasi untuk melakukan peninjauan rutin guna mengecek kondisi fasilitas pendingin ruangan di gedung tersebut.

Kedatangan rombongan dinas yang awalnya bertujuan merawat fasilitas publik justru berubah menjadi kepanikan. Setibanya di lokasi, petugas mendapati pintu utama bangunan dalam kondisi rusak parah akibat dibobol paksa. Setelah dilakukan penyisiran ke dalam ruangan, sejumlah perangkat vital planetarium dilaporkan hilang tak bersisa.

“Kami kaget ternyata gedung sudah kemalingan,” ujar salah seorang pegawai Disparpora Pasaman yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanan, saat dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Hilangnya komponen pendingin ruangan serta jaringan instalasi kabel listrik ini dikhawatirkan akan lumpuh total fungsi operasional gedung planetarium, yang notabene merupakan sarana edukasi astronomi penting bagi masyarakat luas, pelajar, maupun wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tugu Khatulistiwa Bonjol.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola kawasan wisata bersama instansi terkait dikabarkan tengah berkoordinasi untuk segera melaporkan insiden pembobolan aset negara ini secara resmi kepada pihak kepolisian setempat. Aparat penegak hukum diharapkan dapat segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna memburu para pelaku yang nekat merusak fasilitas fasilitas publik demi keuntungan pribadi.

Kasus ini sekaligus menjadi sorotan tajam terkait urgensi peningkatan sistem pengamanan dan pengawasan aset-aset fasilitas umum di kawasan objek wisata daerah agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang. (**)