Rangkuman Utama
  • Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Provinsi Riau pada Mei 2026 mencatatkan tren positif sebesar 31.747 kunjungan, tumbuh 24,68 persen dibanding bulan sebelumnya dan melonjak 35,33 persen secara tahunan.
  • Kabupaten Bengkalis dan Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk utama wisman, dengan Malaysia tetap mendominasi sebagai negara asal wisatawan terbesar yang menyumbang 50,21 persen dari total kunjungan.
  • Peningkatan kunjungan wisman turut mendongkrak Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau menjadi 47,18 persen, dengan hotel bintang empat mencatat tingkat okupansi tertinggi mencapai 57,35 persen.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Pekanbaru – Sektor pariwisata Provinsi Riau menunjukkan tren positif pada Mei 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mencapai 31.747 kunjungan, meningkat 24,68 persen dibanding April 2026 yang tercatat sebanyak 25.462 kunjungan.

Secara tahunan, pertumbuhan kunjungan wisatawan asing juga mengalami peningkatan signifikan. Dibandingkan Mei 2025, jumlah wisman yang datang ke Riau naik 35,33 persen, menandakan semakin pulihnya sektor pariwisata di Bumi Lancang Kuning.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Tekad Perbatas, menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, data yang dirilis BPS menjadi acuan penting dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata.

“Kami sangat mengapresiasi data yang akurat dari rekan-rekan BPS Riau. Angka-angka ini menjadi kompas penting bagi Pemerintah Provinsi Riau dalam membaca pergerakan pasar sekaligus mengevaluasi efektivitas kebijakan di lapangan,” ujar Tekad Perbatas, Kamis (2/7/2026).

Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Riau akan terus memperkuat sektor pariwisata dengan memanfaatkan posisi strategis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura.

“Letak geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura adalah modal besar yang harus terus kami optimalkan. Sehingga, sektor pariwisata di Riau bisa memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat lokal,” tambahnya.

Mayoritas Wisman Masuk Lewat Bengkalis dan Bandara SSK II

Kepala BPS Provinsi Riau, Asep Riyadi, menjelaskan sebanyak 24.242 kunjungan wisatawan tercatat melalui Mobile Positioning Data (MPD) di Kabupaten Bengkalis, sedangkan 7.505 kunjungan masuk melalui empat pintu utama imigrasi.

Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru menjadi pintu masuk terbesar dengan 4.028 kunjungan, disusul Pelabuhan Dumai sebanyak 1.647 kunjungan, Pelabuhan Bengkalis 1.143 kunjungan, dan Pelabuhan Tanjung Harapan di Kepulauan Meranti sebanyak 687 kunjungan.

Menurut Asep, peningkatan kunjungan melalui pintu utama imigrasi juga dipengaruhi oleh aktivitas industri di Kota Dumai.

“Salah satu faktor yang mendorong kenaikan tersebut adalah kegiatan Turn Around (TO) Pertamina di Kota Dumai yang berlangsung sejak 1 Mei 2026,” jelasnya.

Malaysia Tetap Menjadi Penyumbang Wisman Terbesar

Malaysia masih menjadi negara asal wisatawan asing terbanyak yang berkunjung ke Riau dengan 15.940 kunjungan atau sekitar 50,21 persen dari total wisman.

Di bawah Malaysia terdapat wisatawan asal Tiongkok (9,46 persen), Filipina (6,05 persen), Singapura (4,00 persen), dan India (3,10 persen).

Sementara itu, pertumbuhan tertinggi secara persentase justru berasal dari wisatawan Amerika Serikat yang meningkat 72 persen, disusul Inggris sebesar 59,96 persen dibanding bulan sebelumnya.

Destinasi Wisata Jadi Daya Tarik

Selain menjadi daerah tujuan perjalanan bisnis, Riau juga memiliki beragam destinasi wisata yang menjadi magnet bagi wisatawan.

Di Kabupaten Siak terdapat Istana Siak Sri Indrapura, peninggalan Kesultanan Siak yang menjadi ikon wisata sejarah. Kabupaten Kampar menawarkan Candi Muara Takus, situs Buddha tertua di Sumatra, serta destinasi alam seperti Puncak Kompe dan Air Terjun Gulamo yang kerap dijuluki sebagai “Raja Ampat versi Riau”.

Sementara di Kota Pekanbaru, Masjid Raya Agung An-Nur tetap menjadi salah satu destinasi wisata religi favorit berkat arsitekturnya yang megah.

Hotel Bintang Empat Jadi Favorit

Meningkatnya kunjungan wisatawan turut berdampak positif terhadap industri perhotelan.

BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Riau pada Mei 2026 mencapai 47,18 persen, naik 1,69 poin dibanding April 2026 dan meningkat 2,59 poin dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hotel bintang empat mencatat tingkat okupansi tertinggi sebesar 57,35 persen, diikuti hotel bintang tiga 51,37 persen, hotel bintang dua 41,56 persen, dan hotel bintang satu 27,50 persen.

Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang juga meningkat menjadi 1,29 malam. Khusus wisatawan mancanegara, rata-rata masa tinggal mencapai 2,05 malam.

“Rata-rata tamu mancanegara menginap selama 2,05 malam atau sekitar dua hingga tiga malam,” ungkap Asep.

Dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan, meningkatnya okupansi hotel, serta dukungan sektor industri dan destinasi wisata unggulan, pariwisata Riau menunjukkan tren yang semakin positif sepanjang pertengahan 2026.