Rangkuman Utama
  • Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto turun menjadi 51,1 persen menurut survei SMRC periode Juli 2026, yang dipicu oleh memburuknya persepsi masyarakat pada sektor ekonomi, politik, dan penegakan hukum.
  • Partai Gerindra menjadikan hasil riset SMRC dan lembaga survei lainnya sebagai bahan evaluasi internal dengan membandingkan data tersebut terhadap kondisi riil di lapangan.
  • Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menegaskan pemerintah siap mengambil langkah korektif dan responsif apabila temuan survei terbukti sesuai dengan situasi nyata di masyarakat.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

Jakarta-Partai Gerindra merespons temuan SMRC yang mencatat penurunan tingkat kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan pihaknya bersama jajaran internal tengah mempelajari serta mengkaji temuan tersebut bersama beberapa hasil riset lembaga survei lainnya, seperti Indikator Politik Indonesia yang dirilis Burhanuddin Muhtadi.

“Iya, tentu jadi bahan evaluasi. Hasil survei itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya kita komparasikan dengan keadaan pada saat ini di lapangan,” kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Dasco menambahkan, apabila hasil kajian silang terbukti sesuai dengan kondisi riil masyarakat, pihak pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah korektif dan responsif.

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei terbaru periode 5–19 Juli 2026 yang menunjukkan tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo berada di angka 51,1 persen. Angka ini mengalami penurunan dari temuan survei pada November 2025 yang sempat menyentuh 81,2 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, menjelaskan bahwa penurunan kepuasan publik tersebut berbanding lurus dengan perubahan persepsi masyarakat terhadap tiga sektor utama.

“Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” ujar Deni. (**)