- DHD BPK-45 Sumatera Barat mengusulkan peningkatan status Gedung Joeang 45 di Padang dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional guna menjaga memori sejarah kolektif bangsa.
- Usulan tersebut disampaikan dalam kegiatan "Bakti Kemerdekaan Angkatan 45" yang diisi dengan aksi sosial, layanan kesehatan gratis, serta penyerahan bantuan kepada 33 veteran kemerdekaan.
- Guna menanamkan nilai kejuangan kepada generasi muda, rangkaian acara juga dimeriahkan dengan lomba edukatif tingkat SLTA se-Sumbar, termasuk Lomba Baca Puisi Perjuangan.
PADANG — Dewan Harian Daerah Badan Pemberdayaan Kejuangan 45 (DHD BPK-45) Sumatera Barat mendorong peningkatan status Gedung Joeang 45 di Jalan Samudera, Kota Padang, dari cagar budaya tingkat kota menjadi Cagar Budaya Nasional. Langkah ini dinilai strategis untuk menyelamatkan memori sejarah kolektif bangsa sekaligus merawat identitas perjuangan menuju kemerdekaan.
Harapan tersebut ditegaskan oleh Ketua Dewan Paripurna DHD BPK-45 Sumbar, Mayjen TNI (Purn.) Amril Amir, dalam kegiatan “Bakti Kemerdekaan Angkatan 45” yang digelar pada Minggu (9/8/2026). Bangunan yang pada masa kolonial Belanda sempat difungsikan sebagai Kantor Konsulat Jerman di Padang ini saat ini tengah menjalani tahapan penilaian di tingkat provinsi sebelum diusulkan ke tingkat nasional.
“Sebagai mantan Kepala Pusat Sejarah TNI, saya berharap pemerintah terus merawat dan merestorasi Gedung Joeang 45 yang telah menjadi cagar budaya ini. Ke depan, kami berharap statusnya dapat dinaikkan menjadi Cagar Budaya Nasional,” ujar Amril.
Ia menambahkan, pelestarian bangunan fisik sejatinya bertujuan menjaga bagian penting dari sejarah agar tidak hilang. “Kalau bangunan bersejarah hilang atau rusak, yang hilang bukan hanya bangunannya. Kita juga kehilangan bagian dari sejarah dan ingatan kolektif bangsa,” tegasnya.
Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rangkaian Bakti Kemerdekaan Angkatan 45 tidak hanya diisi dengan kegiatan seremoni, melainkan memadukan edukasi kejuangan dan layanan sosial masyarakat.

Ketua Panitia Pelaksana, Fajar Rusvan, menyampaikan bahwa antusiasme warga di luar dugaan sangat tinggi. Berbagai layanan kesehatan cuma-cuma diserbu ratusan warga sejak pagi, mulai dari pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, pemeriksaan jantung, tes darah, hingga aksi donor darah yang berhasil mengumpulkan 12 kantong darah.
Di samping itu, panitia menyerahkan bantuan kepada 33 veteran, purnawirawan, dan pejuang kemerdekaan. Momen haru mewarnai acara saat Nawi, veteran berusia 103 tahun, hadir secara langsung dengan dibimbing cucunya untuk menerima apresiasi atas jasa masa lalunya.
Dukungan penuh turut mengalir dari Pemprov Sumbar, Pemko Padang, BUMN, Bank Nagari, Fakultas Kedokteran Unand, organisasi profesi dokter (Perdami), hingga sektor swasta. Sekretaris Daerah Provinsi Sumbar, Arry Yuswandi, mewakili Gubernur Mahyeldi Ansharullah, menegaskan bahwa momentum ini sangat penting untuk menjembatani generasi muda dengan para pelaku sejarah.
Guna mendekatkan nilai kejuangan kepada generasi muda, kegiatan ini turut menghadirkan perlombaan pidato, storytelling sejarah lokal, dan Lomba Baca Puisi Perjuangan tingkat SLTA se-Sumbar yang diikuti siswa dari berbagai kabupaten/kota.
Berdasarkan penilaian dewan juri, Sahilatur Rahma dari SMAN 2 Padang Panjang keluar sebagai Juara I Lomba Baca Puisi Perjuangan dengan total nilai 94 usai membawakan puisi “Bunga dan Tembok” karya Wiji Thukul. Posisi Juara II diraih oleh Annisha Abqory Bais(SMAN 1 Solok) dengan nilai 92, disusul Ghina Syafa Muthmainnah (SMAN 2 Padang Panjang) sebagai Juara III dengan nilai 90. keduanya membawakan puisi “Kita Adalah Pemilik Sah Republik Ini” karya Taufiq Ismail.
Melalui sinergi pelestarian cagar budaya, layanan sosial, dan pelibatan pelajar, Gedung Joeang 45 Padang diharapkan terus hidup sebagai pusat edukasi nilai-nilai nasionalisme lintas generasi.(sal)



Tinggalkan Balasan