Rangkuman Utama
  • Pemerintah Kota Padang resmi memulai pengerjaan fisik perbaikan bendungan dan drainase yang rusak akibat bencana banjir setelah merampungkan tahapan perencanaan serta tender.
  • Proyek pemulihan yang mencakup tujuh paket pengerjaan infrastruktur vital tersebut didanai sepenuhnya melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.
  • Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan percepatan rehabilitasi dilakukan sesuai regulasi dan tata kelola yang akuntabel guna memperkuat ketahanan kota menghadapi potensi banjir di masa depan.
Catatan Redaksi: Ringkasan di atas diproses menggunakan Kecerdasan Buatan (AI) untuk memudahkan pembaca, dengan tetap di bawah pengawasan redaksi.

PADANG — Usai merampungkan tahapan administratif dan proses tender, Pemerintah Kota Padang kini resmi melangkah ke tahap pengerjaan fisik perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir. Fokus utama pemulihan tahap ini menyasar bendungan dan saluran drainase vital di sejumlah wilayah terdampak.

Pendanaan seluruh paket perbaikan fisik ini bersumber dari Dana Transfer ke Daerah (TKD) yang dikembalikan oleh Pemerintah Pusat kepada Pemko Padang.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Namun, ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi agar seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel.

“Sama seperti masyarakat, kita juga ingin cepat. Namun ada tahapan perencanaan dan tender yang tidak bisa dibypass, karena ada aturan yang mengikat. Saat ini Alhamdulillahbeberapa rehab fisik sudah mulai dilakukan, karena proses perencanaan dan tendernya sudah selesai,” kata Fadly Amran pada Senin (10/8/2026).

Fadly juga secara terbuka menyampaikan apresiasi serta permohonan maaf kepada warga Kota Padang atas masa tunggu selama tahapan prosedur berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, mengonfirmasi bahwa pengerjaan di lapangan sudah mulai berjalan serentak untuk beberapa titik rawan. Saat ini, terdapat 7 paket proyek fisik yang resmi dimulainya pekerjaannya, di antaranya, Rekonstruksi Jembatan di Kampung Jambak, Rehabilitasi Bendungan Limau Manis, Rehabilitasi Bendungan Lubuk Kilangan, Rehabilitasi Bendungan Sungkai, Perbaikan Drainase di Tabiang Banda Gadang.

Dimulainya proyek perbaikan fisik ini diharapkan tidak hanya memulihkan fungsi infrastruktur yang rusak, tetapi juga memperkuat ketahanan Kota Padang dalam menghadapi potensi ancaman bencana banjir di masa mendatang. (*/sal)