- Nisfan "Aciak" Jumadil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Kota Muaythai Indonesia (MI) Padang periode 2026–2030 dalam Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) pada Senin (10/8/2026).
- Kepengurusan baru memprioritaskan pembenahan sistem pembinaan dari akar rumput serta penjaringan masif ke sekolah-sekolah untuk mengatasi krisis atlet lokal ber-KTP Padang.
- Pengkot MI Padang menargetkan raihan gelar juara umum pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar 2026 sekaligus melahirkan atlet berprestasi hingga tingkat nasional.
PADANG — Babak baru pembinaan cabang olahraga Muaythai di Kota Padang resmi dimulai. Lewat Musyawarah Kota Luar Biasa (Muskotlub) yang digelar di Damar Sjaker Padang pada Senin (10/8/2026), Nisfan “Aciak” Jumadil terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengurus Kota Muaythai Indonesia (MI) Padang periode 2026–2030.
Aciak ditetapkan sebagai ketua umum setelah menjadi satu-satunya calon yang maju dalam forum tersebut. Acara ini dibuka langsung oleh Wakil Ketua KONI Padang, Esnet, dan menjadi momentum krusial untuk melakukan konsolidasi organisasi serta memetakan arah pembinaan atlet ke depan.
Usai ditetapkan, Aciak menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan besar yang diberikan oleh para peserta Muskotlub.
“Saya mengucapkan terima kasih atas amanah ini. Ini menjadi tanggung jawab besar untuk memajukan Muaythai Kota Padang,” ungkap Aciak.
Menatap kepemimpinannya, Aciak menegaskan prioritas utama pengurus baru adalah membenahi sistem pembinaan dari akar rumput serta mendorong pengikatan disiplin atlet secara spesifik.

“Intinya kita harus rapikan di bawah dulu. Seluruh atlet yang dasarnya ke Muaythai, kita fokuskan ke Muaythai. Karena seni bela diri tidak bisa dicampur aduk, harus fokus. Target kita untuk Porprov Sumbar 2026, kalau bisa keluar sebagai juara,” tegasnya.
Aciak juga menyoroti tantangan nyata yang dihadapi Kota Padang saat ini, yakni minimnya atlet bela diri yang benar-benar berdomisili atau memiliki KTP Kota Padang, meskipun banyak camp latihan berlokasi di ibu kota provinsi ini.
“Rata-rata atlet Sumbar latihan di camp kota, tetapi yang asli Kota Padang sendiri justru kekurangan atlet. Ini yang harus kita mulai dari bawah,” jelasnya.
Guna mengatasi persoalan tersebut, kepengurusan baru dipastikan akan melakukan terobosan dengan menyasar basis pelajar secara langsung.
“Saya ingin atlet kota itu yang benar-benar ber-KTP Padang. Mulai sekarang kita akan masuk ke sekolah-sekolah untuk melakukan penjaringan masif,” tambah Aciak.
Melalui sinergi seluruh elemen dan penguatan organisasi, Aciak optimistis Muaythai Padang mampu melahirkan atlet-atlet potensial yang sanggup mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi hingga nasional. (sal)



Tinggalkan Balasan